Manfaat Organizational Citizenship Behavior (OCB) Dalam Organisasi
OCB telah terbukti memiliki dampak positif pada kinerja karyawan dan
kesejahteraan. Menurut Podsakoff, et al., (2009) efek OCB terhadap kinerja
karyawan sangat besar, para karyawan yang terlibat dalam OCB memiliki
peringkat kerja yang lebih baik menurut evaluasi yang dilakukan oleh para
manajer. Ini bisa saja terjadi karena karyawan yang terlibat dalam OCB
melakukan sesuatu hal yang lebih dan ia pasti akan menerima sesuatu yang lebih
dari orang lain, atau mungkin disebabkan lebih banyak alasan yang berhubungan
dengan pekerjaan seperti keyakinan manajer bahwa OCB memiliki peran penting
dalam keberhasilan organisasi secara keseluruhan, atau persepsi OCB sebagai
bentuk komitmen karyawan karena sebuah sifat sukarela (Organ, et al., 2006).
Menurut Organ et al. (2006) OCB memiliki beberapa manfaat untuk perusahaan,
antara lain :
1) Meningkatkan produktivitas para karyawan antara lain dengan membantu
karyawan baru didalam organisasi, membantu karyawan lain dalam
menyelesaikan pekerjaan yang sudah memasuki deadline.
2) Memberikan kebebasan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaanya
sendiri, memberikan para manajer lebih banyak waktu untuk melakukan
pekerjaanya, mengedepankan kerja sama didalam tim atau kelompok.
3) Merekrut dan mempertahankan karyawan yang memiliki perilaku yang
sesuai dengan nilai-nilai perusahaan menciptakan dan menjaga lingkungan
yang nyaman dan kekeluargaan agar karyawan merasa nyaman dan merasa
memiliki oragnisasi terebut.
4) Menciptakan modal sosial melalu komunikasi yang lebih baik dan
membangun jaringan yang kuat antar karyawan agar dapat meningkatkan
efisiensi dalam melakukan komunikasi dan pertukaran informasi untuk
meminimalisir kesalahan dalam penyampaian informasi.
Selain itu manfaat OCB juga dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan
oleh Podsakoff, et al., (2009), menjelaskan mengenai pengaruh Organizational
Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja organisasi. Hasil dari penelitian
tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1) Organizational Citizenship Behavior (OCB) meningkatkan produktivitas
rekan kerja.
Karyawan yang menolong rekan kerjanya yang lain akan mempercepat
dalam penyelesaian tugas rekan kerjanya, dan akan membantu menigkatkan
produktivitas rekan kerjanya tersebut.
2) Organizational Citizenship Behavior (OCB) meningkatkan produktivitas
manajer.
Karyawan yang menampilkan perilaku civic vitue akan membantu manajer
mendapatkan saran atau feed back yang berharga dari karyawan tersebut dan
dapat meningkatkan efektivitas unit kerja.
3) Organizational Citizenship Behavior (OCB) menghemat sumber daya yang
dimiliki manajemen dan organisasi secara keseluruhan.
Jika karyawan saling tolong-menolong dalam menyelesaikan masalah dalam
suatu pekerjaan sehingga tidak perlu melibatkan manajer, konsekuensinya
manajer dapat memakai waktunya untuk melakukan tugas lain.
4) Organizational Citizenship Behavior (OCB) membantu menghemat energi
sumber daya yang langka untuk fungsi kelompok.
Keuntungan dari perilaku tolong menolong adalag meningkatkan semangat,
moril, dan mempererat kelompok, sehingga anggota kelompok tidak perlu
menghabiskan energi dan waktu untuk pemeliharaan fungsi kelompok.
5) Organizational Citizenship Behavior (OCB) dapat menjadi sarana efektif
untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan kelompok kerja.
Menampilkan perilaku courtesy yaitu dengan saling memberi informasi
tentang pekerjaan dengan sesama anggota maupun dengan anggota tim lain
akan menghindari munculnya masalah yang membutuhkan waktu dan
tenaga untuk penyelesaianya.
6) Organizational Citizenship Behavior (OCB) meningkatkan kemampuan
organisasi untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik.
Perilaku menolong dapat meningkatkan moril dan keeratan serta perasaan
saling memiliki diantara anggota kelompok, sehingga akan meningkatkan
kinerja organisasi dan membantu organisasi menarik dan mempertahankan
karyawan terbaik.
7) Organizational Citizenship Behavior (OCB) meningkatkan stabilitas kinerja
organisasi.
Membantu tugas karyawan yang tidak hadir di tempat kerja atau yang
mempunyai pekerjaan yang banyak akan meningkatkan stabilitas dari
kinerja unit kerja.
8) Organizational Citizenship Behavior (OCB) meningatkan kemampuan
organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Karyawan yang mempunyai hubungan yang dekat dengan pasar dengan
sukarela memberi informasi tentang perubahan yang terjadi di lingkungan
dan memberi saran tentang bagaimana merespon perubahan tersebut,
sehingga orgnisasi dapat beradaptasi dengan cepat.
Comments
Post a Comment