Pengertian Motivasi Kerja

 


Motif seringkali diistilahkan sebagai dorongan. Dorongan atau tenaga
tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat, sehingga motif tersebut
merupakan driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku dan
didalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu (As’ad, 2013). Motivasi
secara sederhana dapat diartikan “Motivating” yang secara implisit berarti bahwa
pimpinan suatu organisasi berada di tengah-tengah bawahannya, dengan demikian
dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan
(Siagian, 2013). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa motivasi adalah
keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsang untuk
melakukan tindakan (Winardi, 2000). Motivasi adalah dorongan yang ada dalam
diri manusia yang menyebabkan ia melakukan sesuatu (Wursanto, 2013).
Dalam kehidupan manusia selalu mengadakan bermacam-macam aktifitas.
Salah satu aktivitas itu diwujudkan dalam gerakan-gerakan yang dinamakan kerja.
Menurut As’ad (2013) bekerja mengandung arti melaksanakan suatu tugas yang
diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia yang
bersangkutan. Faktor pendorong penting yang menyebabkan manusia bekerja,
adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Aktifitas dalam kerja mengandung
unsur suatu kegiatan sosial, menghasilkan sesuatu, dan pada akhirnya bertujuan
untuk memenuhi kebutuhannya. Namun demikian dibalik dari tujuan yang tidak
langsung tersebut orang bekerja juga untuk mendapatkan imbalan, upah atau gaji
dari hasil kerjanya. Jadi pada hakekatnya orang bekerja, tidak saja untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya tapi juga untuk mencapai taraf hidup
yang lebih baik. Menurut Smith dan Wakeley (As’ad, 2013) menyatakan bahwa
seseorang didorong untuk beraktivitas karena dia berharap bahwa hal ini akan
membawa pada keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaaan sekarang.
Pendapat dari Gilmer (As’ad, 2013), bahwa bekerja itu merupakan proses fisik
maupun mental manusia dalam mencapai tujuannya. 

Comments

Popular Posts