Peran Kepemimpinan


Secara teoritis Greenberg dan Baron (dalam Basalamah, 2004),
menyatakan bahwa pemimpin dengan gayanya, tindakan – tindakannya dan
efektifitasnya mampu mempengaruhi bawahan dan organisasinya. Akan tetapi,
penelitian menunjukkan bahwa kadang – kadang pemimpin pengaruhnya sangat
kecil. Lebih lanjut dijelaskan alasan mengapa pemimpin mempunyai pengaruh
ataupun peran yang kecil terhadap organisasi, yaitu :
a. Karena pemimpin tersebut memang lemah dan tidak cocok untuk pekerjaan
yang harus diembannya
b. Dalam kondisi tertentu faktor – faktor lain dapat mensubstitusi pengaruh
pemimpin tersebut atau menetralisir pengaruh yang ditimbulkan oleh
pemimpin tersebut.
Henry Mitzburgh (dalam Luthan, 2006), berdasarkan studi observasi yang
dilakukan secara langsung, membagi tiga jenis peran pemimpin, yaitu :

  1. Peran Interpersonal (The Interpersonal Roles)
    Peran ini dapat ditingkatkan melalui jabatan formal yang dimiliki oleh
    seorang pemimpin dan antara pemimpin dengan orang lain. Peran interpersonal
    terbagi menjadi 3, yaitu :
    a. Sebagai Simbol Organisasi (Figurehead). Kegiatan yang dilakukan dalam
    menjalankan peran sebagai simbol organisasi umumnya bersifat resmi, seperti
    menjamu makan siang pelanggan.
    b. Sebagai Pemimpin (Leader). Seorang pemimpin menjalankan perannya dengan
    menggunakan pengaruhnya untuk memotivasi dan mendorong karyawannya
    untuk mencapai tujuan organisasi.
    c. Sebagai Penghubung (Liaison). Seorang pemimpin juga berperan sebagai
    penghubung dengan orang diluar lingkungannya, disamping ia juga harus dapat
    berperan sebagai penghubung antara manajer dalam berbagai level dengan
    bawahannya.
  2. Peran Informasional (The Informational Roles)
    Seringkali pemimpin harus menghabiskan banyak waktu dalam urusan
    menerima dan menyebarkan informasi. Ada tiga peran pemimpin disini.
    a. Sebagai Pemantau (Monitor). Untuk mendapatkan informasi yang valid,
    pemimpin harus melakukan pengamatan dan pemeriksaan secara kontinyu
    terhadap lingkungannya, yakni terhadap bawahan, atasan, dan selalu menjalin
    hubungan dengan pihak luar.
    b. Sebagai Penyebar (Disseminator). Pemimpin juga harus mampu menyebarkan
    informasi kepada pihak-pihak yang memerlukannya.
    c. Sebagai Juru Bicara (Spokesman). Sebagai juru bicara, pemimpin berperan
    untuk menyediakan informasi bagi pihak luar.
  3. Peran Pembuat Keputusan (The Decisional Roles)
    Ada empat peran pemimpin yang berkaitan dengan keputusan.
    a. Sebagai Pengusaha (Entrepreneur). Pemimpin harus mampu memprakasai
    pengembangan proyek dan menyusun sumberdaya yang diperlukan. Oleh
    karena itu pemimpin harus memiliki sikap proaktif.
    b. Sebagai Penangkal Gangguan (Disturbance Handler). Pemimpin sebagai
    penghalau gangguan harus bersikap reaktif terhadap masalah dan tekanan
    situasi.
    c. Sebagai Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator). Disini pemimpin
    harus dapat memutuskan kemana saja sumber dana akan didistribusikan ke
    bagian-bagian dari organisasinya. Sumber dana ini mencakup uang, waktu,
    perbekalan, tenaga kerja dan reputasi.
    d. Sebagai Juru Runding (Negotiator). Seorang pemimpin harus mampu
    melakukan negosiasi pada setiap tingkatan, baik dengan bawahan, atasan
    maupun pihak luar.

Comments

Popular Posts