Skip to main content
Perkembangan Pendekatan Terhadap Komitmen Pada Organisasi
- Keinginan yang kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu ;
- Keinginan untuk berusaha keras sesuai keinginan organisasi;
- Keyakinan tertentu dan penerimaan nilai dan tujuan organisasi.
Karyawan yang memiliki komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa
memiliki organisasi; memiliki keinginan kuat untuk tetap bergabung dengan
organisasi; terlibat sungguh-sungguh dalam pekerjaannya; dan menampilkan
tingkah laku yang sesuai dengan tujuan organisasi.
b. Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)
Pendekatan ini menitikberatkan pandangan bahwa investasi karyawan
(berupa waktu, pertemanan, pension, dan lain-lain) membuat ia terikat untuk loyal
terhadap organisasi. Dalam pendekatan ini, komitmen pada organisasi
didefinisikan sebagai : profit associated with continued participation and a cost’
associated with leaving”. Menurut White (dalam Armstrong, 2003), komitmen
pada organisasi terdiri dari tiga area keyakinan ataupun perilaku yang ditampilkan
oleh karyawan terhadap organisasi , yaitu :
a. Keyakinan dan penerimaan terhadap organisasi, tujuan dan nilai – nlai yang
ada di organisasi tersebut.
b. Adanya keinginan untuk berusaha sebaik mungkin sesuai dengan keinginan
organisasi. Hal ini tercakup diantaranya menunda waktu libur untuk
kepentingan organisasi dan bentuk pengorbanan yang lain tanpa
mengharapkan personal gain secepatnya.
c. Keyakinan untuk mempertahankan keanggotaannya di organisasi tersebut
Matieu dan Zajack (dalam Muchinsky, 1993) menyatakan bahwa seseorang
yang terlalu berkomitmen pada organisasi akan cenderung berkurang
pengembangan dirinya (Self Development); dan bila komitmen mencerminkan
identifikasi dan keterlibatan dalam organisasi, maka organisasi akan mendapat
keuntungan dengan berkurangnya turnover, adanya prestasi yang lebih baik.
Comments
Post a Comment