Tingkatan Faktor Spiritualitas di Tempat Kerja

 


Milliman (2003) membagi faktor spiritualitas ditempat kerja kedalam tiga
kategori level atau tingkatan pandangan individu yang mempengaruhi
spiritualitas ditempat kerjanya:

  1. Individual level atau tingkat individu. Dimana pada tingkatan ini merupakan
    penilaian karyawan terhadap sikap, pengalaman, dan dirinya sendiri.
  2. Group level. Merupakan tingkatan dimana karyawan menilai unit kerja atau
    kelompok kerja mereka, baik dengan mengidentifikasi nilai pada unit kerja,
    tujuan, dan misi unit kerja, serta seberapa besar unit kerja mendiring
    terbentuknya spiritualitas ditempat kerja pada karyawan.
  3. Organization level atau tingkat organisasi. Merupakan tingkatan dimana
    karyawan menilai dan mengidentifikasi organisasi tempatnya bekerja.
    Penelitian Milliman (2003) merupakan literatur pertama yang menguji
    hubungan antara spiritualitas ditempat kerja dengan komitmen afektif. Dalam
    penelitian ini dikatakan bahwa, ketiga aspek spiritualitas di tempat kerja yang
    dirumuskan Milliman (2003) dapat memprediksi komitmen organisasional,
    khususnya komitmen afektif. Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa
    semakin tinggi spiritualitas di tempat kerja, maka akan semakin tinggi pula
    komitmen afektif dikalangan para pegawai. Bukti teoritis dan empiris
    mendukung asumsi ini. Misalnya aktivitas yang didasari kebajikan (kerukunan
    antar pegawai) akan menghasilkan emosi positif dan dapat menghasilkan sikap
    pegawai yang lebih positif terhadap pekerjaan dan organisasi.
    Implikasinya adalah meningkatnya komitmen afektif terhadap
    organisasi Pfeffer dan Vega (1999, dalam Milliman, 2003). Ketika pegawai
    merasa jika organisasi memperhatikan harapan dan kebahagiaannya, ia akan
    cenderung untuk memberikan balasan dengan sikap positif terhadap organisasi,
    termasuk membangun ikatan afektif dan rasa loyalitas

Comments

Popular Posts