Komunikasi
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan untuk membantu
dalam keberlangsungan pemberian informasi kepada pegawai, agar
tidak terjadi penafsiran yang berbeda. Komunikasi dapat diartikan
proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem
lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Komunikasi
merupakan transfer makna dan penyampaian ide dari satu orang ke
orang lain. Salah satu dari kekuatan terbesar yang merintangi kinerja
organisasi yang berhasil adalah kurangnya komunikasi yang efektif.
Organisasi tidak akan dapat eksis tanpa komunikasi. Agar
komunikasi dapat berjalan secara efektif, maka perusahaan harus
melakukan kontrol pada anggotanya, pembicaraan yang dapat
merangsang para anggotanya untuk bekerja, menyediakan fasilitas
untuk meluapkan ekspresi emosional mereka, dan membuat pilihanpilihan keputusan. (Susanto & Anisah, 2019).
Kᴏmunikasi merupakan cara menyampaikan pesan yang diIakukan
secara Iangsung lewat media. Eksistensi dari kᴏmunikasi bisa
mempermudah seseᴏrang dalam berinteraksi untuk membangun
ᴏrganisasi dalam suatu hubungan yang diinginkan. Indikatᴏr
kᴏmunikasi sebagai berikut: persepsi, ketepatan, kredibilitas,
pengendalian dan keharmᴏnisan (Komunikasi & Kerja, 2020).
Menurut Arni (2016), jenis komunikasi dalam suatu organisasi
sebagai berikut :
1) Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang paling umum
digunakan dalam organisasi. Komunikasi verbal merupakan
komunikasi yang menggunankan simbol-simbol atau katakata baik yang dinyatakan secara lisan maupun secara
tertulis.
2) Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah penciptaan dan pertukaran
pesan dengan tidak menggunakan kata-kata seperti
komunikasi yang menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh,
vocal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka,
kedekatan jarak dan sentuhan.
3) Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah (downward communication)
dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke
bawah sampai ke karyawan. Komunikasi ke bawah adalah
pememberian pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran
dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi
kepada para anggota organisasi tentang tujuan dan
kebijaksanaan organisasi.
4) Komunikasi dari bawah ke atas
Komunikasi dari bawah ke atas (upward communication)
adalah untuk mensuplai informasi kepada tingkatan
manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatan
bawah. Manajer harus memiliki kepercayaan terhadap para
bawahannya agar dapat menyalurkan komunikasi yang
disampaikan dan tidak ada rasa kecurigaan.
5) Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
a) Komunikasi di antara anggota dalam kelompok kerja
yang sama.
b) Komunikasi yang terjadi antara departemendepartemn pada tingkatan organisasi yang sama.
Komunikasi lateral, selain membantu koordinasi
kegiatan kegiatan lateral, juga menghindarkan
prosedur pemecahan masalah yang lambat.
6) Komunikasi Diagonal
Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang
memotong secara menyilang diagonal rantai perintah
organisasi.
Komunikasi dalam organisasi adalah proses menciptakan dan saling
menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung
satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau
yang selalu berubah-ubah (Busro, 2015;48).
Menurut Scoot M Cultip, faktor-faktor yang mempengaruhi
komunikasi yaitu :
a) Kredibilitas
Kredibilitas (credibility) hubungan yang saling percaya
antara komunikator dan komunikan. Komunikator perlu
memiliki kredibilitas dimata komunikan.
b) Konteks
Konteks (context) berkaitan dengan situasi dan kondisi
dimana komunikasi berlangsung. Agar komunikasi berjalan
dengan baik, komunikator harus memperhatikan situasi dan
komunikator sangat penting. Agar menghindari
kondisi dimana komunikan berada.
c) Konten
Konten (content) berkaitan dengan isi pesan yang
disampaikan komunikator terhadap komunikan. Informasi
disesuaikan dengan kebutuhan komunikan.
d) Kejelasan
Kejelasan (clarity) dari informasi yang disampaikan
kesalahpahaman komunikan dalam menangkap informasi
yang disampaikan komunikator.
e) Kesinambungan dan konsistensi
Kesinambungan dan konsistensi (continuity and consistency)
informasi yang disampaikan diperlukan agar komunikasi
berhasil dilakukan. Informasi perlu disampaikan secara terus
menerus dan konsisten.
f) Kemampuan Komunikan
Kemampuan Komunikan (capability of audience)
berhubungan dengan tingkat pengetahuan, dan kemampuan
penerima informasi dalam memahami pesan yang
disampaikan.
g) Saluran distribusi
Saluran distribusi (channels of distribution) berhubungan
dengan saran media penyampaian informasi. Komunikator
harus menggunakan media yang sesuai dan tepat sasaran.
Comments
Post a Comment