Perubahan Budaya Organisasi
Teori model perubahan yang dikemukakan oleh Kotter (1996) terdiri
dari delapan tahapan proses perubahan yaitu :
- Estabilishing A Sense Of Urgency( Membangun Rasa Urgensi) :
Tahapanini adalah tahapan untuk membangun motivasi, dengan
mengkaji realitas pasar dan kompetisi, mengidentifikasi dan
membahas krisis, potensi krisis, atau peluang besar, sehingga
timbul alasan yang baik untuk melakukan sesuatu yang berbeda. - Creating the Guiding Coalition (Menciptakan Koalisi Penuntun) :
Pada tahapan ini dibentuk sebuah koalisis untuk memulai
perubahan sebagai sebuah tim yang terdiri dari orang-orang yang
memiliki kekuasaan yang cukup untuk memimpin perubahan. Tim
tersebut tidak harus mencakup dari semua orang yang memiliki
kekuasaan atau yang menduduki kedudukan pada struktur
organisasi, tetapi setidaknya orang-orang yang memiliki pengaruh
dan kekuasaan, keahlian, kredibilitas dan jiwa pemimpin untuk
memulai perubahan. - Developing A Vision and Strategy (Merumuskan Visi Dan Strategi)
:
Pada tahapan ini perlunya di buat sebuah visi untuk
membantu mengarahkan upaya perubahan dan merumuskan
strategi untuk mencapai visi. - Communicating The Change Vision (Mengkomunikasikan Visi
Perubahan) :
Pada tahapan ini perlunya mengkomunikasikan visi dan
strategi perubahan pada seluruh elemen organisasi secara terusmenerus dengan menggunakan setiap kesempatan yang ada, dan
menjasikan koalisi penuntun sebagai model perilaku yang
diharapkan karyawan. - Empowering Broad-Based Action( Memberdayakan Tindakan
Yang Menyeluruh ) :
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan-kegiatan dengan
melibatkan keseluruhan elemen organisasi untuk menyingkirkan
rintangan, mengubah sistem atau struktur yang merusak visi
perubahan, dan mendorong keberanian mengambil resiko serta ide,
aktivitas dan tindakan nontradisional. - Generating Short Term Wins ( Menghasilkan Kemenangan Jangka
Pendek) :
Orang belum tentu akan mengikuti proses perubahan
selamanya bila tidak melihat hasil nyata dari usahanya selama ini.
Pada tahapan ini dilakukan perencanaan untuk meningkatkan
kinerja sebagai hasil dari perubahan/kemenangan yang dapat
dilihat, dan juga memberi pengakuan dan penghargaan yang
didapat dilihat kepada orang-orang yang memungkinkan
tercapainya kemenangan terebut. - Consolidating Gains and Producing More Change (
Mengkonsolidasikan Hasil Dan Mendorong Perubahan Yang Lebih
Besar) :
Pada tahapan ini di lakukan kegiatan-kegiatan untuk
membuat proses perubahan tersebut semakin besar dengan
menggunakan kredebilitas yang semakin meningkat untuk
mengubah semua sistem, struktur dan kebijakan yang tidak cocok
dan tidak sesuai dengan visi transformasi, mengangkat,
mempromosikan dan mengembangkan orang-orang yang dapat
mengimplementasikan visi perubahan dengan proyek tema dan
agen perubahan yang baru. - Anchoring New Approaches in the Culture ( Menambatkan
Pendekatan Baru Dalam Budaya ) :
Dalam tahapan terakhir ini, semua hasil perubahan yang
telah dilakukan dijasikan budaya kerja yang baru dengan
menciptakan kinerja yang lebih baik melalui perilaku yang
berorientasi pada pelanggan dan produktivitas, kepemimpinan
yang lebih baik, serta manajemen yang lebih efektif,
mengartikulasikan hubungan antara perilaku baru dan kesuksesan
organisasi serta mengembangkan berbagai cara untuk menjamin
perkembangan kepemimpinan sukses.
Comments
Post a Comment