Proses Pembentukan Budaya Organisasi

 


Terbentuknya budaya organisasi terutama adanya para
pendiri, yaitu orang berpengaruh yang dominan atau kharismatik
yang memperagakan bagaimana organisasi seharusnya bekerja
dalam menjalani nilai guna meraih visi yang ditetapkan.
Selanjutnya diseleksi orang yang memiliki pengetahuan,
ketrampilan kepemimpinan dan keteladanan untuk melanjutkan
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kaidah dan norma dari para
pendirinya. Proses terbentuknya budaya dalam suatu organisasi
membuthkan beberapa orang pendiri, yaitu orang-orang yang
dianggap berpengaruh atau kharismatik. Setelah budaya organisasi
tertentu, seharusnya budaya organisasi itu dipertahankan. Ada 5
kekuatan yang dapat membentuk dan mempertahankan budaya
organisasi, yaitu : peran pimpinan, selektif (proses recruitment
terhadap orang-orang yang dapat dipanuti), sosialisasi,
pengembangan budaya organisasi (melalui perubahan struktur,
proses/system, dan SDM) adaptasi menurut Torang (2016).
Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu
yang cepat, namun memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit
untuk menerima nilai-nilai baru dalam organisasi. Komitmen
manajemen puncak yang diperagakan amat menentukan
implementasi perubahan budaya organisasi. Wujudnya dapat
berupa penetapan keputusan yang terkait dengan pembentukan
budaya baru. Tindakan dan keterlibatan pimpinan puncak dan
besarnya dukungan sumber daya yang dialokasikan. Kegiatan
manajemen ini menjadi semakin penting karena dipandang sebagi
aktivitas yang bertanggung jawab atas penciptaan, pertumbuhan
dan keberlangsungan organisasi Chatab (2007).

Comments

Popular Posts