Pengertian dan Tujuan Analisis laporan Keuangan
Menurut Harahap (2010:189-190) Analisis laporan keuangan terdiri dari
dua kata yaitu Analisis dan Laporan Keuangan. Untuk menjelaskan pengertian ini,
kita dapat menjelaskan masing-masing kata. Kata analisis adalah memecahkan
atau menguraikan suatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan
keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi dan Arus Kas (Dana). Kalau dua pengertian
ini digabungkan, analisis laporan keuangan berarti:
“Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih
kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau mempunyai
makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif
maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi
keuangan yang lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan
keputusan yang tepat.”
Menurut Bernstein (1983) dalam buku Harahap (2010:190) :“Analisis laporan
keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan
dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran-ukuran dan hubungan
tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan”.
Menurut Harahap (2010:195-197) secara lengkap kegunaan/tujuan analisis
laporan keuangan adalah sebagai berikut :
- Dapat memberikan informasi yang lebih luas,lebih dalam daripada
yang terdapat dari laporan keuangan biasa. - Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata
(explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik
laporan keuangan. (implicit). - Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan
keuangan. - Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam
hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan
dengankomponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan
informasi yang diperoleh dari luar perusahaan. - Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan
model-model dan teori-teori yang terdapat dilapangan seperti untuk
prediksi,peningkatan (rating). - Dapat memberi informasi yang diinginkan oleh para pengambil
keputusan. - Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria
tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis. - Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain
dengan periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau
standar ideal. - Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami
perusahaan, baik posisi keuangan,hasil usaha,struktur keuangan dan
sebagainya. - Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan
dimasa yang akan datang
Comments
Post a Comment