Kinerja Keuangan

 


Untuk memutuskan bahwa suatu perusahaan memiliki kinerja yang baik, ada dua
penilaian yang paling dominan yang dijadikan dasar acuan. Penilaian ini harus dilakukan
dengan melihat sisi kinerja keuangan dan non keuangan. Kinerja keuangan melihat pada
laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan dan itu tercermin dari
informasi yang diperoleh dari laporan posisi keuangan, laba komprehensif, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Menurut Irham Fahmi (2012:2),
kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan
telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik
dan benar. Menurut Munawir (2012:30), kinerja keuangan perusahaan merupakan satu
diantara dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan
analisis terhadap rasio keuangan perusahaan. Sedangkan pengertian kinerja keuangan
menurut Rudianto (2013:189) yaitu hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh manajemen
perusahaan dalam menjalankan fungsinya mengelola aset perusahaan secara efektif selama
periode tertentu.
Dengan pemaparan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan adalah
pencapaian prestasi perusahaan pada suatu periode yang menggambarkan kondisi keuangan
perusahaan dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas. Munawir
(2012:31) menyatakan bahwa tujuan dari pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah:

  1. Mengetahui tingkat likuiditas. Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
    untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih.
  2. Mengetahui tingkat solvabilitas. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
    memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, baik
    keuangan jangka pendek maupun jangka panjang
  3. Mengetahui tingkat rentabilitas. Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas
    menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
  4. Mengetahui tingkat stabilitas. Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
    melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan dengan mempertimbangkan
    kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya serta membayar beban
    bunga atas hutang-hutangnya tepat pada waktunya.
    Penilaian kinerja setiap perusahaan adalah berbeda-beda karena ruang lingkup bisnis
    yang dijalankan. Jika perusahaan tersebut bergerak pada bidang pertambangan maka ruang
    lingkupnya berbeda dengan perusahaan di bidang pertanian. Begitu juga dengan perusahaan
    transportasi yang jelas memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan ruang lingkup bisnis
    lainnya. Menurut Irham Fahmi (2012:3), ada lima tahapan dalam menganalisis kinerja
    keuangan perusahaan secara umum yaitu :
  5. Melakukan review terhadap data laporan keuangan. Review disini dilakukan dengan tujuan
    agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-
    kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi, sehingga dengan demikian hasil
    laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Melakukan perhitungan. Penerapan metode perhitungan di sini adalah disesuaikan dengan
    kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan
    tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.
  7. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh. Dari hasil hitungan
    yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil hitungan
    dari berbagai perusahaan lain. Metode yang paling umum dipergunakan untuk
    melakukan perbandingan ini ada dua, yaitu :
    a. Time series analysis, yaitu membandingkan secara antarwaktu atau periode,
    dengan tujuan itu nantinya akan terlihat secara grafik.
    b. Cross sectional approach, yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan
    rasio-rasio yang telah dilakukan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya
    dalam ruang lingkup yang sejenis yang dilakukan secara bersamaan. Dari hasil
    penggunaan kedua metode ini diharapkan nantinya akan dapat dibuat satu
    kesimpulan yang menyatakan posisi perusahaan tersebut berada dalam kondisi
    sangat baik, baik, sedang/normal, tidak baik, dan sangat tidak baik.
  8. Melakukan penafsiran (interpretasi) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.
    Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahaan adalah setelah ketiga tahap
    tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk melihat apa-apa saja permasalahan dan
    kendala-kendala yang dialami perusahaan tersebut.
  9. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap berbagai permasalahan
    yang ditemukan. Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang
    dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan input atau masukan agar apa yang
    menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan

Comments

Popular Posts