Return On Equity (ROE)

 


Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan memanfaatkan modal sendiri
dan menghasilkan laba bersih yang tersedia bagi pemilik saham atau investor. ROE
tergantung pada skala perusahaan, dimana perusahaan kecil dengan modal yang
kecil maka ROE yang dihasilkan relatif kecil. Demikian juga sebaliknya, jika
perusahaan besar dengan modal besar, maka ROE yang dihasilkan juga besar. Bagi
pihak manajemen atau pemegang saham, ROE sangat penting karena digunakan
sebagai pengukuran dari shareholder value creation, dimana semakin tinggi rasio
ROE maka semakin tinggi pula nilai perusahaan. Hal ini tentunya akan menarik
investor untuk mengucurkan dananya di perusahaan tersebut. Rumus yang
digunakan untuk menghitung Return On Equity (ROE) adalah :
Yang menjadi pertimbangan dalam investasi saham, ROE yang selalu
meningkat dari tahun ke tahun atau setidaknya berada dalam tren naik selama
beberapa tahun, berarti: Pertama, perusahaan tersebut mampu memaksimalkan
tingkat pengembalian ekuitas untuk menghasilkan laba bersih. Kedua, ROE naik
artinya perusahaan bisa memuaskan kepentingan pemegang saham. Ketiga, ROE yang
meningkat juga memiliki implikasi dengan ekuitas yang lebih kecil (dibandingkan
presentase ekuitas sebelumnya atau laba bersih) perusahaan mampu memaksimalkan
ekuitasnya untuk menghasilkan laba bersih yang besar. Berarti kalau ROE besar dan
bisa naik secara stagnan, perusahaan tersebut layak untuk diinvestasi (dari sisi ROE)

Comments

Popular Posts