Tujuan Laporan Keuangan

 


Laporan keuangan yang dibuat pada dasarnya sudah pasti memiliki tujuan
tertentu seperti sebagai media informasi keuangan terhadap kegiatan usaha yang
digunakan oleh pihak manajemen sebagai acuan pertimbangan dalam
pengambilan suatu keputusan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2015)
menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah “menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu
entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan
keputusan ekonomik”.
Kasmir (2012:10) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah:

  1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang
    dimiliki oleh perusahaan pada saat ini
  2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal
    yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini.
  3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang
    diperoleh pada suatu periode tertentu.
  4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang
    dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  5. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam
    suatu periode tertentu
  6. Memberikan informasi tentang catatan – catatan atas laporan
    keuangan
  7. Informasi keuangan lainnya.
    Fahmi (2012:23) menyatakan “laporan keuangan sangat diperlukan untuk
    mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dan
    untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya”.
    Tujuan dari penyusunan laporan keuangan menurut Darsono (2005:12)
    adalah menyajikan informasi yang menyangkut:
  8. Posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, yaitu keadaan pada
    tanggal tertentu mengenai kekayaan dan sumber kekayaan perusahaan.
  9. Kinerja perusahaan selama periode tertentu, yaitu besarnya aktivitas
    dan biaya untuk menjalankan aktivitas serta hasil (laba/rugi) dari
    aktivitas selama periode tertentu, misalnya bulanan atau tahunan.
    Bahkan dengan analisis yang lebih tajam, dapat dilihat kemungkinan
    ketidakefisienan dan permasalahan dalam fungsi tertentu.
  10. Perubahan posisi keuangan selama periode tertentu, yaitu perubahan
    kekayaan dan sumber kekayaan selama periode tertentu, misalnya
    bulanan atau tahunan.
  11. Perputaran kas selama periode tertentu, yaitu menyangkut aliran kas
    masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu

Comments

Popular Posts