Manajemen Partisipatif (Participative Management)

 


Sashkin (1984: 5) Lima puluh tahun penelitian telah menunjukan bahwa
manajemen partisipatif jika diterapkan dengan benar dan efektif maka dapat
meningkatkan kinerja, produktivitas, dan kepuasan kerja. Manajemen partisipatif
muncul karena banyak peneliti yang menjelaskan mode manajemen atau teknik
dalam “stewpot” berlabel partisitipatif dari tim untuk membangun kualitas
kehidupan kerja dengan jam kerja yang fleksibel. Manajemen partisipatif dibagi
menjadi empat area:

  1. Karyawan dapat berpartisipasi dalam pengaturan tujuan
  2. Karyawan dapat berpatisipasi dalam pembuatan keputusan
  3. Karyawan berpartisipasi dalam memecahkan proses penyelesaian masalah
  4. Partisipasi dapat melibat pembuatan perubahan dalam organisasi yaitu kegiatan
    pengembangan organisasi.
    Dengan demikian karyawan dapat berpatisipasi dalam salah satu atau semua dari
    empat area pada satu waktu. Terdapat tiga metode utama partisipatif yang berlaku
    untuk keempat bidang area:
  5. Karyawan dapat berpatisipasi sebagai individu-indibidu pembuat keputusan
    sendiri seperti menetapakan tujuan karyawan sendiri.
  6. Berpartisipasi sebagai bagian dari tim antara manajer dan karyawan
  7. Karyawan bisa berpartisipasi sebagai anggota grup dengan manajer dan rekan
    kerja
    Manajemen partisipatif menjadi grand theory untuk variabel kemampuan
    memberdayakan bawahan (empowering leadership). Hal tersebut dikarenakan
    kemampuan memberdayakan bawahan merupakan gaya kepemimpinan dimana
    adanya pembagian kekuasan pada karyawan dengan memberi dorongan
    berpartisipasi dalam pengambilan keputusan sehingga akan tercapainya tujuan dan
    strategi dalam organisasi.

Comments

Popular Posts