Saturday, August 24, 2024

Saluran Distribusi Paradigma Lama

 


Peran utama dari fungsi distribusi adalah untuk memastikan bahwa produk
yang tepat tersedia pada waktu yang tepat. Ini menunjukkan pengelolaan saluran
distribusi mulai dari sumber pasokan awal hingga terakhir ke konsumen.
Ada berbagai tipe outlet dalam pemasaran dan pendistribusian suatu barang

  1. Saluran Outlet Tradisional Publis
    Outlet tradisional adalah outlet yang memiliki sistem operasional yang cukup
    sederhana atau manual. Saluran tradisional di antaranya yaitu warung,
    rombong/gerobak, dan pasar desa/pasar becek.
    a. Warung
    Warung adalah outlet yang kegiatan utamanya menjual suatu produk dalam
    bentuk eceran. Konsumen yang dilayani berasal dari berbagai golongan dan
    membeli untuk dikonsumsi sendiri. Produk yang dijual sangat terbatas.
    b. Rombong atau Gerobak
    Rombong atau gerobak adalah outlet yang kegiatan utamanya menjual dalam
    bentuk eceran. Konsumen yang dilayani berasal dari berbagai golongan dan hanya
    membeli untuk dikonsumsi sendiri. Produk yang dijual sangat terbatas.
    c. Pasar Tradisional
    Pasar tradisional dibangun dan dikelola oleh pemerintah, swasta, koperasi, dan
    swadaya masyarakat setempat dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan
    tenda. Jumlah pasar tradisional mengalami penurunan dari 181 pasar (2005)
    menjadi 13.450 pasar (2007), padahal pasar tradisional mempunyai kaitan erat
    dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
    d. Retailer
    Retailer adalah outlet yang utamanya menjual secara eceran Konsumen yang
    dilayani berasal dari berbagai golongan yang hanya membeli eceran untuk
    dikonsumsi sendiri Produk yang dijual terbatas pada produk yang terjangkau oleh
    konsumen, Persediaannya pun terbatas.
    e. Semigrosir
    Outlet ini merupakan outlet yang penjualannya secara partai maupun eceran,
    Konsumen yang dilayani dari berbagai golongan, baik yang membeli yang secara
    eceran maupun partai untuk dijual lagi.
    f. Grosir
    Grosir adalah toko yang melayani pembelian di tingkat kulakan. Jumlah outlet
    lebih sedikit dibandingkan toko semigrosir. Produk yang dijual juga terbatas pada
    produk yang fast moving.
    g. Minimarket
    Operasional minimarket sama dengan outlet pengecer. Produk yang dijualnya
    tidak terbatas pada produk tertentu, tetapi meliputi berbagai jenis produk. Daya
    belinya melebihi toko eceran, produk bervariasi, penyediaan produk berpedoman
    pada manajemen persediaan, permbayaran terencana dan berani untuk
    menyediakan stok dalam jumlah banyak
    h. Supermarket
    Supermarket adalah outlet yang kegiatan operasionalnya hampir sama dengan
    minimarket yang menjual secara eceran dan partai. Produk yang dijual adalah item
    yang beraneka ragam sehingga konsumen dapat memenuhi semua kebutuhannya.
    Konsumen yang dilayani ialah semua lapisan golongan masyarakat. Daya beli
    melebihi grosir dan minimarket. Bentuk toko spesifik dan eksklusif untuk
    melayani konsumen yang ingin memilih produk pada rak yang tersedia. Jadwal
    pembayaran dan kunjungan terencana. Untuk produk yang masuk ke supermarket,
    supplier perlu nomor supplier dan nomor item produk. Supermarket akan
    mengenakan listing fee bagi supplier baru yang ingin menjual produknya.
    i. Hipermarket
    Hipermarket merupakan outlet yang kegiatan operasionalnya sama dengan
    supermarket, yakni menjual produk secara eceran dan partai. Produk yang dijual
    beraneka ragam, melebihi persediaan stok supermarket.
    Permasalahan yang dihadapi supplier dalam menggarap ritel tradisional adalah
    gerai kurang tertata rapi, biaya besar, distribusi produk lambat, kebersihan kurang
    diperhatikan. Manajemen distribusi harus kuat karena lokasi kurang strategis
    untuk melakukan trade promo.
    Lokasi toko pada pasar tradisional biasanya adalah di pasar perkampungan, pusat
    perdagangan, hingga jalan raya.
  2. Pasar
    Pasar merupakan lokasi toko yang letaknya berada dalam pasar tradisional, di
    mana posisi toko berada di antara berbagai toko.
  3. Perkampungan.
    Lokasi perkampungan berada di lingkungan permukiman padat penduduk.
    Terkadang lingkungan pemukiman padat penduduk tidak memiliki akses
    jalan yang cukup lebar yang memungkinkan armada pengiriman untuk
    menjangkaunya. Outlettoko yang berada di lokasi perkampungan biasanya
    sudah memiliki gudang penyimpanan barang.
  4. Lokasi Pusat Perdagangan
    Lokasi toko berada pada lingkungan perdagangan pusat niaga yang memiliki
    fasilitas dan prasarana yang memadai. Kebanyakan toko yang berada di lokasi
    pusat perdagangan/pusat niaga sudah menyediakan gudang khusus untuk
    menyimpan stok.
  5. Lokasi Jalan Raya
    Lokasi ini berada di jalan raya dan sangat mudah di jangkau oleh bagian
    pengiriman sehingga memperbesar peluang setiap produsen untuk
    mendistribusikan dan mempromosikan produk yang dipasarkan

No comments:

Post a Comment