Sunday, September 8, 2024

Beban kerja

 Moekijat (2009) mendefiniskan beban kerja adalah volume dari

hasil kerja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat
menunjukan volume yang dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam
suatu bagian tertentu. Jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh
sekelompok atau seseorang dalam waktu tertentu atau beban kerja
dapat dilihat pada sudut pandang obyektif dan subyektif. Secara
obyektif adalah keseluruhan waktu yang dipakai atau jumlah aktivitas
yang dilakukan. Sedangkan beban kerja secara subyektif adalah
ukuran yang dipakai seseorang terhadap pernyataan tentang perasaan
kelebihan beban kerja, ukuran dari tekanan pekerjaan dan kepuasan
kerja. Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang
dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas di suatu unit
pelayanan keperawatan (Marquis dan Huston, 2010).
Caplan & Sadock (2006) menjelaskan beban kerja sebagai
sumber ketidakpuasan disebabkan oleh kelebihan beban kerja secara
kualitatif dan kuantitatif. Kelebihan beban kerja secara kuantitatif
meliputi:
a. Harus melakukan observasi penderita secara ketat selama jam
kerja.
b. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan demi kesehatan dan
keselamatan penderita.
c. Beragam jenis pekerjaan yang dilakukan demi kesehatan dan
keselamatan penderita.
d. Kontak langsung perawat klien secara terus menerus selama 24
jam.
e. Kurangnya tenaga perawat dibanding jumlah penderita.
Beban kerja secara kualitatif mencakup:
a. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak mampu
mengimbangi sulitnya pekerjaan.
b. Tuntutan keluarga untuk kesehatan dan keselamatan penderita.
c. Harapan pimpinan rumah sakit terhadap pelayanan yang berkualitas.
d. Setiap saat dihadapkan pada pengambilan keputusan yang tepat.
e. Tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan asuhan
keperawatan klien di ruangan.
f. Menghadapi pasien yang karakteristik tidak berdaya, koma, kondisi
terminal.
g. Setiap saat melaksanakan tugas delegasi dari dokter

No comments:

Post a Comment