Menurut Ensiklopedi Ekonomi Bisnis dan Manajemen (2010),
untuk mengetahui tingkat perubahan atau perkembangan
produktivitas yang dialami, digunakan berbagai metode
pengukuran. Pada umumnya cara pengukuran untuk masing –
masing jenis industri berkaitan langsung dengan jenis masukan dan
keluarannya.
Dalam industri manufaktur dapat digunakan ukuran atau standar
yang nyata (tangible), sedang dalam industri jasa metode maupun
standar yang digunakan lebih rumit dan bervariasi. Ada beberapa
standar umum yang digunakan untuk industri jasa tertentu.
Pengukuran produktivitas total untuk seluruh organisasi harus
melibatkan semua masukan sumber daya yang ada, yakni tenaga
kerja, bahan baku, modal energi, ruang, waktu, dll. Salah satu
rumusan sederhana yang biasa digunakan untuk mengukur
perkembangan produktivitas total dari suatu periode ke periode
lain, secara sederhana adalah :
Menurut David Bair dalam Ensiklopedi (2010), merekomendasikan
serangkaian kriteria yang dapat digunakan untuk menilai efektivitas
metode pengukuran produktivitas, yaitu :
a. Validitas : hasil pengukuran harus dapat menunjukkan
perubahan atau perkembangan produktivtas secara akurat.
b. Kelengkapan : semua komponen masukan dan keluaran harus
diperhitungkan dalam pengukuran produktivitas.
c. Dapat dibandingkan : metode pengukuran harus
memungkinkan diadakannya perbandingan antara perubahan
– perubahan yang terjadi dalam dua periode.
d. Tepat waktu : data perubahan produktivitas sudah harus bisa
diperoleh pada saat diperlukan untuk pengambilan keputusan.
e. Efektivitas biaya : metode pengukuran dapat dinilai
efektivitas biayanya bila dapat diselenggarakan tanpa
mengganggu proses produksi
No comments:
Post a Comment