Friday, September 20, 2024

Upaya peningkatan produktivitas

 


Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009), upaya untuk
meningkatkan produktivitas, antara lain :

  1. Perbaikan terus menerus
    Dalam upaya peningkatan produktivitas kerja, salah satu
    implikasinya adalah bahwa seluruh komponen organisasi
    harus melakukan perbaikan secara terus menerus.
    Pandangan ini bukan hanya merupakan salah satu etos kerja
    yang penting sebagai bagian dari filsafat manajemen
    mutakhir. Pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih
    jelas apalagi diingat bahwa suatu organisasi selalu
    dihadapkan kepada tuntutan yang terus – menerus berubah,
    baik secara internal maupun eksternal. Tambahan pula, ada
    ungkapan yang mengatakan bahwa satu – satunya hal yang
    konstan di dunia adalah perubahan. Secara internal,
    perubahan yang terjadi adalah perubahan strategi
    organisasi, perubahan pemanfaatan teknologi, perubahan
    kebijaksanaan, dan perubahan dalam praktik – praktik SDM
    sebagai akibat diterbitkan perundang – undangan baru oleh
    pemerintah dan berbagai faktor lain yang tertuang dalam
    berbagai keputusan manajemen. Adapun perubahan
    eksternal adalah perubahan yang terjadi dengan cepat
    karena dampak tindakan suatu organisasi yang dominan
    peranannya di masyarakat.
  2. Peningkatan mutu hasil pekerjaan
    Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara
    terus menerus ialah peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh
    semua orang dan segala komponen organisasi. Padahal,
    mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan
    dan dipasarkan, baik berupa barang maupun jasa, akan
    tetapi menyangkut segala jenis kegiatan dimana organisasi
    terlibat. Berarti mutu menyangkut semua jenis kegiatan
    yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik
    pelaksana tugas pokok maupun pelaksana tugas penunjang,
    dalam organisasi. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya
    penting secara internal, akan tetapi juga secara eksternal
    karena akan tercermin dalam interaksi organisasi dengan
    lingkungannya yang pada gilirannya turut membentuk citra
    organisasi di mata berbagai pihak di luar organisasi. Jika
    ada organisasi yang mendapat penghargaan dalam bentuk
    ISO 9000, misalnya penghargaan itu diberikan bukan hanya
    karena keberhasilan organisasi meningkatkan mutu
    produknya, akan tetapi karena dinilai berhasil
    meningkatkan mutu semua jenis pekerjaan dan proses
    manajerial dalam organisasi yang bersangkutan.
  3. Pemberdayaan SDM
    Bahwa SDM merupakan unsur yang paling strategis dalam
    organisasi. Karena itu, memberdayakan SDM merupakan
    etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh
    oleh semua eselon manajemen dalam hierarki organisasi.
    Memberdayakan SDM mengandung berbagai kiat seperti
    mengikuti harkat dan martabat manusia, perkaryaan mutu
    kekaryaan dan penerapan gaya manajemen yang partisipatif
    melalui proses demokratisasi dalam kehidupan
    berorganisasi.

No comments:

Post a Comment