Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009), upaya untuk
meningkatkan produktivitas, antara lain :
- Perbaikan terus menerus
Dalam upaya peningkatan produktivitas kerja, salah satu
implikasinya adalah bahwa seluruh komponen organisasi
harus melakukan perbaikan secara terus menerus.
Pandangan ini bukan hanya merupakan salah satu etos kerja
yang penting sebagai bagian dari filsafat manajemen
mutakhir. Pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih
jelas apalagi diingat bahwa suatu organisasi selalu
dihadapkan kepada tuntutan yang terus – menerus berubah,
baik secara internal maupun eksternal. Tambahan pula, ada
ungkapan yang mengatakan bahwa satu – satunya hal yang
konstan di dunia adalah perubahan. Secara internal,
perubahan yang terjadi adalah perubahan strategi
organisasi, perubahan pemanfaatan teknologi, perubahan
kebijaksanaan, dan perubahan dalam praktik – praktik SDM
sebagai akibat diterbitkan perundang – undangan baru oleh
pemerintah dan berbagai faktor lain yang tertuang dalam
berbagai keputusan manajemen. Adapun perubahan
eksternal adalah perubahan yang terjadi dengan cepat
karena dampak tindakan suatu organisasi yang dominan
peranannya di masyarakat. - Peningkatan mutu hasil pekerjaan
Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara
terus menerus ialah peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh
semua orang dan segala komponen organisasi. Padahal,
mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan
dan dipasarkan, baik berupa barang maupun jasa, akan
tetapi menyangkut segala jenis kegiatan dimana organisasi
terlibat. Berarti mutu menyangkut semua jenis kegiatan
yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik
pelaksana tugas pokok maupun pelaksana tugas penunjang,
dalam organisasi. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya
penting secara internal, akan tetapi juga secara eksternal
karena akan tercermin dalam interaksi organisasi dengan
lingkungannya yang pada gilirannya turut membentuk citra
organisasi di mata berbagai pihak di luar organisasi. Jika
ada organisasi yang mendapat penghargaan dalam bentuk
ISO 9000, misalnya penghargaan itu diberikan bukan hanya
karena keberhasilan organisasi meningkatkan mutu
produknya, akan tetapi karena dinilai berhasil
meningkatkan mutu semua jenis pekerjaan dan proses
manajerial dalam organisasi yang bersangkutan. - Pemberdayaan SDM
Bahwa SDM merupakan unsur yang paling strategis dalam
organisasi. Karena itu, memberdayakan SDM merupakan
etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh
oleh semua eselon manajemen dalam hierarki organisasi.
Memberdayakan SDM mengandung berbagai kiat seperti
mengikuti harkat dan martabat manusia, perkaryaan mutu
kekaryaan dan penerapan gaya manajemen yang partisipatif
melalui proses demokratisasi dalam kehidupan
berorganisasi.
No comments:
Post a Comment