Sunday, September 8, 2024

Pengertian Stres Kerja

 


Istilah stres berasal dari bahasa Inggris Stres. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia stres diartikan dengan gangguan atau kekacauan mental dan
emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. Stres adalah suatu
kondisi ketegangan yang menciptakan adanya keseimbangan fisik, yang
mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang (Muslim, 2020).
Stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal mengenai seseorang, misalnya objek-
objek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara objektif adalah
berbahaya. Stres juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan
tidak menyenangkan yang berasal dari luar seseorang.
Ramadhan & Prasetio (2020) menyatakan “stres adalah suatu keadaan
yang menekan diri dan jiwa seseorang di luar batas kemampuannya, sehingga jika
terus dibiarkan tanpa ada solusi maka ini akan berdampak pada kesehatannya”.
Stres yang dibiarkan pasti akan secara langsung mempengaruhi kemampuan
pegawai dalam menjalankan pekerjaannya, dan secara langsung juga akan
memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Hanifa & Oktafani (2019)
menjelaskan bahwa stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami pegawai
dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja ini tampak dari tampilan diri, antara
lain, emosi yang tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur,
merokok yang berlebihan, tidak bisa relaks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah
meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan.
Siagian (2015) mendefinisikan stres kerja sebagai kondisi ketegangan
yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang. Stres
mengakibatkan seseorang mengalami kelelahan kerja yang kemudian berlanjut
pada kelelahan emosionalnya dan akan berpengaruh pada kelelahan secara fisik.
Pegawai yang mengalami stres kerja akan menampakkan diri pada berbagai
perilaku yang tidak normal seperti gugup, tegang, selalu cemas, gangguan
pencernaan, dan tekanan darah tinggi. Pengaruh gejala-gejala tersebut dapat
terlihat pada kondisi mental tertentu seperti sukar tidur, sikap tidak bersahabat,
putus asa, mudah marah, sukar mengendalikan emosi dan bersifat agresif.
Mangkunegara (2016) mendefinisikan stres adalah perasaan tertekan yang
dialami seseorang pegawai dalam menghadapi pekerjaan yang dapat
mengakibatkan emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, menyendiri, sulit tidur.
Pendapat lain dikemukakan oleh Saraswati & Subudi (2017) stres adalah suatu
kondisi dinamis dimana seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau
sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang
hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Sengkey, Roring, & Dotulong., (2017) mendefinisikan stres merupakan
suatu kondisi keadaan seseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi
yang mempengaruhinya, kondisi tersebut dapat diperoleh dari dalam diri
seseorang maupun lingkungan di luar diri seseorang. Hasibuan (2012),
berpendapat bahwa stres kerja suatu kondisi yang mempengaruhi emosi, proses
berfikir dan kondisi seseorang, orang yang stres menjadi nervous dan merasakan
kekhawatiran kronis.
Menurut Robbins (2008:368). Stres kerja merupakan kondisi dinamis
seorang individu dihadapkan dalam kesempatan, keterbatasan, atau tuntutan
sesuai dengan harapan dan hasil yang ingin dicapai dalam kondisi penting dan
tidak menentu. Stres merupakan isu utama yang menjadi perhatian karena telah
menjadi bagian dari kehidupan pegawai dan sulit untuk menghindari stres dari
pekerjaan (Parvaiz, Batool, Khalid, Aftab Farooqi., 2015)

No comments:

Post a Comment