Stres adalah suatu keadaan di saat individu menghadapi sebuah kendala,
peluang ataupun tuntutan terhadap sesuatu. Stres kerja memiliki dampak yang besar
pada kinerja karyawan karena akan mempengaruhi kesehatan karyawan. Masalah
stres kerja merupakan suatu hal yang wajar dialami oleh setiap orang yang bekerja
di suatu organisasi. Stres kerja adalah suatu keadaan ketika individu mendapat
tekanan atau ketegangan dalam pekerjaan serta lingkungan kerjanya sehingga
individu merespon secara negatif dan merasa terbebani dalam menyelesaikan
kewajibannya (Permatasari & Prasetio, 2018).
Menurut Mangkunegara (2017) stres kerja adalah suatu perasaan tertekan
yang dialami karyawan dalam suatu pekerjaan. Stres kerja ini dapat terlihat dari
emosi yang tidak stabil, perasaan tidak senang, suka menyendiri, susah tidur, tidak
bisa rileks, cemas dan lain-lain. Menurut Vanchapo (2020) stres kerja adalah
keadaan emosional yang timbul karena adanya ketidaksesuaian beban kerja dengan
kemampuan individu untuk menghadapi tekanan-tekanan yang dihadapinya. Dari
beberapa persepsi yang ada, stres kerja dapat diartikan sebagai kondisi yang muncul
dari diri seorang karyawan yang diakibatkan karena adanya tuntutan, perasaan
tertekan, serta ketidaksesuaian antara harapan dengan hasil yang diterima. Adanya
stres kerja yang dialami oleh karyawan akan dapat memengaruhi produktivitas
karyawan. Apabila karyawan mengalami stres kerja yang tinggi, maka kinerjanya
akan cenderung menurun. Warraich et al. (2014) menemukan beban kerja, konflik
peran, dan penghargaan pengawasan yang tidak memadai sebagai alasan utama
penyebab stres kerja pada karyawan yang mengarah pada penurunan efisiensi
karyawan. Menurut Mangkunegara (2016) beberapa penyebab stres kerja yaitu
beban yang dirasakan terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, kualitas
pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, adanya konflik kerja,
dan adanya perbedaan nilai
No comments:
Post a Comment