Perbedaan Manufaktur dan Jasa

Walaupun prinsip dasar manajemen operasional berlaku untuk semua organisasi, terdapat perbedaan penting antara operasi manufaktur dan operasi jasa. Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap desain proses, pengendalian kualitas, persediaan, kapasitas, dan hubungan dengan pelanggan.

AspekManufakturJasa
Bentuk outputUmumnya berwujudUmumnya tidak berwujud
Produksi dan konsumsiDapat dipisahkanSering berlangsung bersamaan
PersediaanProduk dapat disimpanJasa tidak dapat disimpan dalam bentuk persediaan
Keterlibatan pelangganBiasanya lebih rendahUmumnya lebih tinggi
Pengukuran kualitasLebih mudah melalui spesifikasi fisikLebih subjektif dan dipengaruhi pengalaman pelanggan
Lokasi operasiDapat dekat bahan baku atau pusat distribusiSering harus dekat pelanggan
StandardisasiCenderung lebih mudahLebih sulit karena variasi interaksi pelanggan
Variabilitas prosesRelatif lebih terkendaliTinggi karena bergantung pada pelanggan dan tenaga layanan

Dalam manufaktur, perusahaan dapat memproduksi barang terlebih dahulu dan menyimpannya sebagai persediaan untuk memenuhi permintaan mendatang. Dalam jasa, kapasitas yang tidak digunakan pada suatu waktu biasanya hilang. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak terjual, jadwal dokter yang tidak terisi, dan meja restoran yang kosong pada jam makan merupakan kapasitas jasa yang tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada hari berikutnya.

Karena itu, organisasi jasa sering menggunakan strategi manajemen permintaan dan kapasitas. Contohnya meliputi sistem reservasi, penetapan harga berbeda berdasarkan waktu, promosi pada periode sepi, penambahan tenaga kerja paruh waktu, penggunaan layanan mandiri berbasis teknologi, serta pembagian jalur layanan berdasarkan tingkat kebutuhan pelanggan. 

Comments

Popular Posts