Bidang miring merupakan peralatan
yang bekerja berdasarkan prinsip pesawat sederhana yang berfungsi untuk
meringankan pekerjaan sehingga memudahkan dalam pemindahan benda. Menurut
Zainuri (2011:3), bidang miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu
sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal. Tangga
rumah dibuat landai dan jalan di sekitar pegunungan dibuat berkelok-kelok
merupakan beberapa dari sekian banyak contoh penerapan bidang miring. Sejarah
penggunaan bidang miring sesungguhnya telah ada sejak ribuan tahun silam.
Orang-orang Mesir kuno memanfaatkan bidang miring untuk mengangkat batu raksasa
ketika membangun piramida, sekitar tahun 2700 SM hingga 1000 SM.
Semakin
landai atau kecil sudut kemiringan suatu bidang miring maka semakin kecil pula
gaya yang dibutuhkan dan sebaliknya semakin terjal atau besar sudut kemiringan
bidang miring maka semakin besar pula gaya yang diperlukan untuk pemindahan
benda.
Dalam penelitian ini, bidang
miring digunakan untuk mempermudah siswa dalam melakukan guling belakang.
Matras yang diposisikan dengan kemiringan tertentu akan membuat gerakan guling
belakang siswa lebih mudah. Hal ini dikarenakan adanya gaya gravitasi yang
mempengaruhi gerakan guling belakang siswa sehingga badan siswa tertarik ke
belakang pada saat mengguling.Matras diposisikan dengan sudut kemiringan yang
bervariasi berdasarkan prosedur penggunaan yang telah dibuat oleh guru. Pada
fase awal sudut yang digunakan relatif besar sehingga siswa akan merasa mudah
dalam melakukan guling belakang. Selanjutnya sudut kemiringannya dikurangi
secara periodik berdasarkan instruksi guru dan sejalan dengan meningkatnya
kesulitan siswa dalam melakukan guling belakang. Tujuan akhirnya adalah siswa
dapat melakukan guling belakang tanpa bantuan bidang miring lagi. Bidang miring
digunakan oleh siswa hanya sebagai alat bantu mempermudah gerakan guling belakang
pada senam lantai serta meningkatkan hasil belajar atau kemampuan guling
belakang siswa.
No comments:
Post a Comment