Passing
bawah
merupakan satu pola gerakan yang di rangkaikan secara baik dan harmonis agar
passing bawah yang dilakukan menjadi lebih baik dan sempurna. Untuk mencapai
hal tersebut seorang siswa harus menguasai teknik passing bawah. Cara
melakukannya adalah ibu jari sejajar dan jari-jari tangan yang satu membungkus
jari-jari tangan lainnya. Semua penerimaan bola dengan teknik ini sebaiknya
bola di sentuh persis sedikit lebih atas dari pergelangan tangan. Sikap lengan
dan tangan diupayakan seluas mungkin dari kedua sikut sebaiknya disejajarkan
untuk mencegah terjadinya pergeseran yang memberikan kemungkinan arah bola yang
dikehendaki tidak melenceng. Sikap kaki dibuka selebar bahu, dan salah satu
kaki berada di depan. Ketika bola datang cepat dan sangat menukik, maka gunakan
sikap penjagaan rendah, demikian pula jika bola datang tidak terlalu cepat dan
rendah gunakan sikap penjagaan menengah (Amung ma’mun dan Toto Subroto,
2001:57). Sedangkan menurut Soedarwo dkk (2000:9) teknik pelaksanaan passing
bawah adalah sebagai berikut : Sikap permulaan
Ambil sikap siap normal pada saat tangan akan dikenakan pada bola,
segera tangan dan juga lengan diturunkan serta tangan dan lengan dalam keadaan
terjulur kebawah depan lurus. Siku tidak boleh ditekuk, kedua lengan merupakan
papan pemukul yang selalu lurus keadaannya. Sikap saat perkenaan Pada saat akan
mengenakan bola pada bagian sebelah atas dari pada pergelangan tangan ,
ambillah terlebih dahulu posisi sedemikian hingga badan berada dalam posisi
menghadap bola. Begitu bola berada pada jarak yang tepat maka segeralah ayunkan
lengan yang telah lurus dan fixir tadi dari arah bawah kedepan atas. Tangan
pada saat itu telah berpegangan satu dengan yang lain. Perkenaan bola harus
diusahakan tepat dibagian proximal daripada pergelangan tangan dan dengan
bidang yang selebar mungkin agar bola dapat melambung secara stabil. Maksudnya
agar bola selama lintasannya tidak banyak membuat putaran. Putaran bola setelah
mengenai bagian proximal daripada pergelangan tangan, akan memantul keatas depan
dengan lambungan yang cukup tinggi dan dengan sudut pantul 90. Bila sudut
pantulnya tidak 90 maka secara teoritis bola memantul kearah lain atau
dikatakan bola tersebut akan diterima luncas. Dengan demikian bola tidak akan
memantul kearah seperti yang diharapkan.
Sikap akhir Setelah bola berhasil dipass
bawah maka segera diikuti pengambilan sikap siap normal kembali dengan tujuan
agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Untuk memperoleh kualitas passing bawah
yang baik, maka setiap terjadi kesalahan harus dicermati letak kesalahannya dan
kesalahan harus dihindari. Kemampuan siswa dalam mencermati setiap kesalahan
yang dilakukan akan dapat membentuk pola passing seperti yang diharapkan.
No comments:
Post a Comment