Pendidikan jasmani dan kesehatan seperti
dikemukakan oleh Rijsdorp (1971) dalam Sukintaka (2004 : 31-32) sebagai
berikut:
a. Pendidikan
jasmani merupakan bagian dari Gymnologie, yakni pengetahuan (wetenschap)
tentang berlatih, dilatih, atau melatih; yang terdiri dari tiga bagian besar:
(1) Pendidikan Jasmani, (2) Olahraga (Sport), (3) Rekreasi.
b. Pendidikan
jasmani merupakan pergaulan dalam bidang gerakan dan pengetahuan tubuh.
Selanjutnya Rijsdorp juga menerangkan, bahwa pendidikan jasmani merupakan
pendidikan. Dan pendidikan itu menolong anak-anak atau anak muda mencapai
kedewasaan.
Pendapat tersebut diperkuat dengan salah
satu pendapat pendidikan jasmani yang dikemukakan Wuest dan Bucher (1995) dalam
Sukintaka (2004 : 34) sebagai berikut :
“Pendidikan jasmani
merupakan proses pendidikan yang bertujuan untuk memperbaiki kerja, dan
peningkatan pengembangan manusia melalui aktivitas jasmani”.
Pendidikan jasmani bukanlah pendidikan
terhadap badan atau bukan merupakan pendidikan tentang problem tubuh, akan
tetapi merupakan pendidikan tentang problem manusia dan kehidupan. Tujuan
pendidikan jasmani berbeda dengan tujuan pembinaan olahraga prestasi, tujuan
pendidikan jasmani adalah untuk membuat anak senang bermain dan bergerak dalam
proses pembelajaran sehingga anak melakukan aktivitas gerak yang cukup,
sedangkan tujuan pembinaan olahraga prestasi adalah mendapatkan pencapaian
hasil prestasi yang maksimal. Dalam hal ini seorang guru pendidikan jasmani
dituntut untuk memiliki kemampuan persuasif yang baik untuk mengajak siswa
mengikuti proses pembelajaran dengan semua aktivitas gerak di dalamnya dengan
perasaan senang, nyaman, dan tenang.
Seorang guru harus kreatif dan mampu
berinovasi dalam proses pembelajaran di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan
jasmani. Pendidikan jasmani itu pendidikan melalui gerak manusia. Akibat dari
hal tersebut, maka pembelajaran pendidikan jasmani harus mampu mengembangkan
seluruh aspek pribadi manusia, dan harus berpegang teguh kepada norma-norma
pendidikan. Dengan demikian dalam pembelajaran dapat dilaksanakan modifikasi
baik alat, peraturan, dan lain sebagainya untuk membuat proses pembelajaran
lebih menarik dan membuat anak senang mengikuti pembelajaran.
No comments:
Post a Comment