Jumlah kebutuhan air rumah tangga pada
tiap-tiap orang bervariasi, tergantung pada kondisinya atau aktifitasnya
sehari-hari. Terkait dengan fungsi waktu, kebutuhan air bervariasi dari jam ke
jam sepanjang hari (relatif rendah dimalam hari). Kebutuhan air untuk suatu
kota adalah besarnya air yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh komponen yang
ada dikota (rumah tangga, industri, perdagangan, hotel,
dan lain-lain), ditambah dengan kehilangan akibat kebocoran pipa.
Kebutuhan air bersih dari suatu daerah
ditentukan oleh jumlah penduduk yang memakainya air bersih, faktor setempat dan
kondisi dari penyediaan air itu sendiri.
Pembagian kebutuhan air bersih dapat dibedakan
menjadi dua yaitu kebutuhan domestik dan kebutuhan non domestik sebagai berikut
ini :
1.
Kebutuhan
domestik :
a.
Kebutuhan
rumah tangga,
b.
Keran
umum,
2.
Kebutuhan
non domestik :
a. Fasilitas perkantoran,
b. Fasilitas perdagangan dan industri,
c. Fasilitas sosial seperti rumah sakit,
tempat ibadah dan lain-lain.
Dalam analisa kebutuhan air disuatu daerah
sangat diperlukan tingkat kepentingan
daerah yang berguna untuk perkiraan – perkiraan jumlah volume air yang
dibutuhkan. Besaran tersebut biasanya diberikan dalam bentuk informasi
data dari jumlah orang yang akan
dilayani dan volume konsumsi rata-rata tiap orang setiap hari dari beberapa
faktor tingkat konsumsi air.
Faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi air bersih adalah :
1. Penduduk, jumlah penduduk selalu berubah
sesuai perubahan waktu dan tempat. Kecenderungan kenaikan pertambahan jumlah
penduduk mengakibatkan pula naiknya permintaan ketersediaan air bersih,
2.
Usia
pengguna, sangat menentukan dalam penggunaan air. Orang dewasa akan lebih
banyak membutuhkan air karena kebutuhan airnya lebih bervariasi dan dalam
jumlah yang relatif lebih besar,
3.
Tingkat
kemajuan penduduk, parameter tingkat ekonomi dan pendidikan penduduk pada suatu
daerah menunjukkan pengelompokan tingkat konsumsi pengunaan air bersih.
Kebutuhan air meningkat selaras dengan pertumbuhan kemajuan penduduk,
4.
Kebiasaan
masyarakat, adat istiadat, budaya, serta agama, dalam mengunakan air pada
masing-masing daerah atau negara berlainan sehingga standar kebutuhan airnya
juga berbeda,
5.
Ketersediaan
air, yang dimaksud ketersediaan air mencakup kuantitas, kualitas serta energi
atau tekanan air, Jika ketersediaan air terbatas orang akan cendrung untuk
lebih,
6.
Cuaca,
iklim, pada musim kemarau kebutuhan air akan lebih besar bila dibandingkan pada
saat musim hujan.
No comments:
Post a Comment