Strategi perencanaan agregat dapat dilakukan melalui
analisis sensitivitas terhadap pilihan kapasitas, pilihan permintaan dan
pilihan campuran dari keduanya. Strategi dapat berjalan dan berfungsi apabila
memiliki tahapan umum untuk membuat suatu perencanaan produksi agregat sebagai
berikut :
a.
Menentukan
permintaan untuk setiap periode perencanaan.
b.
Menentukan
kapasitas pada setiap periode.
c.
Menelusuri
kebijakan departemen yang berhubungan.
d.
Menentukan
biaya per unit untuk setiap kerja, lembur, sub kontrak, persediaan dan biaya
lain yang relevan.
e.
Mengembangkan
alternatif perencanaan dan menghitung biayanya.
f.
Jika
perencanaan yang memuaskan telah tersusun, maka diseleksi yang paling tepat
sesuai tujuannya, jika tidak terbentuk maka kembali kepada tahap 5.
Ruang lingkup
perencanaan agregat dapat dilihat pada Gambar berikut. Langkah ini untuk perusahaan yang make
to stock. Bila perusahaan make to order, maka peramalan tidak perlu
dilakukan (cukup dengan daftar order pelanggan saja).
Persyaratan dalam
perencanaan produksi adalah menentukan prakiraan. Peramalan diprediksi
berdasarkan tingkat permintaan secara keseluruhan. Menurut Baroto (2002),
strategi pilihan perencanan agregat dapat dilakukan dengan rincian pilihan
keputusan sebagai berikut :
a.
Pilihan
Kapasitas Dasar Produksi
1)
Mengubah
tingkat persediaan, manajer dapat meningkatkan persediaan selama periode
permintaan rendah untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa depan dengan
tidak mengesampingkan biaya-biaya akibat peningkatan persediaan tersebut.
2)
Menyeragamkan
jumlah tenaga kerja dengan cara pengangkatan atau memberhentikan karyawan.
Disesuaikan dengan tingkat produksi dan akibatnya.
3)
Menyeragamkan
tingkat produksi melalui lembur atau waktu kosong, dengan tujuan menjaga agar
tenaga kerja tetap konstan.
4)
Sub
kontrak, sebuah perusahaan dapat memperoleh kapasitas sementara dengan
melakukan sub kontrak selama periode permintaan tinggi.
5)
Penggunaan
karyawan paruh waktu, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tidak terampil.
b.
Pilihan
Permintaan
1)
Mempengaruhi
permintaan. Ketika permintaan rendah, perusahaan dapat meningkatkan permintaan
melalui iklan, promosi, kewiraniagaan dan diskon.
2)
Tunggakan
pesanan selama periode permintaan tinggi. Strategi hanya dilakukan jika
perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan. Oleh karena itu, perusahaan harus
memperhatikan loyalitas pelanggan karena dapat menyebabkan kehilangan
penjualan.
3)
Perpaduan
produk dan jasa yang counter seasonal, (Perusahaan dapat memproduksi
produk yang berbeda pada musim yang berbeda).
c.
Pilihan
Campuran
1)
Strategi
perburuan, yaitu mengatur tingkat produksi sesuai dengan permintaan yang
diprediksi melalui variasi pilihan-pilihan di atas.
2) Strategi bertingkat, yaitu menjaga tingkat output,
nilai produksi, atau jumlah tenaga kerja yang tetap sepanjang horizon
perencanaan
No comments:
Post a Comment