Tuesday, January 15, 2019

Definisi Perencanaan Produksi Agregat (skripsi dan tesis)



Menurut Baroto (2002), perencanaan agregat merupakan perencanaan produksi jangka menengah. Horizon perencanaannya biasanya berkisar antara 1 sampai 24 bulan. Horizon waktu ini tergantung pada karakteristik produk dan jangka waktu produksi. Pada dasarnya perencanaan produksi agregat merupakan suatu proses penetapan tingkat output/kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi.
Menurut Kusuma (2004), perencanaan agregat bertujuan untuk merencanakan jadwal induk produksi untuk beberapa periode mendatang, merencanakan kondisi optimal ketersediaan sumber daya terhadap ekspektasi permintaan produk serta pengembangan strategi penggunaan sumber daya itu. Tujuan perencanaan agregat ialah menggunakan sumber daya manusia dan peralatan secara produktif. Kata agregat menunjukan bahwa perencanaan dilakukan di tingkat kasar dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan total seluruh produk dengan menggunakan seluruh sumber daya manusia dan peralatan yang ada pada fasilitas produksi tersebut. Namun menurut Kusuma (2004), perlu diperhatikan bahwa satuan agregat hanya digunakan pada beberapa produk yang menggunakan fasilitas produksi yang sama. Jika terdapat dua produk yang menggunakan dua fasilitas produksi yang berlainan. Hal itu berarti bahwa kedua produk itu tidak perlu dikonversikan ke dalam satuan agregat.
Beberapa fungsi perencanaan agregat yaitu :
a.       Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan.
b.      Alat ukur performansi proses perencanaan produksi.
c.       Menjamin kemampuan produksi terhadap rencana produksi.
d.      Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian.
e.       Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target dan membuat penyesuaian.
f.       Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induk produksi.
Machfud dalam Hadi (2005) berpendapat bahwa perencanaan produksi agregat berkaitan dengan permasalahan ketidakseimbangan antara permintaan dan kemampuan produksi pada setiap periode perencanaan. Hal ini secara umum tingkat permintaan produk selalu tidak sama antar periode satu ke periode lainnya. Menurut Hill dalam Hadi (2005), karakteristik perencanaan produksi agregat adalah sebagai berikut :
a.       Tingkat agregat permintaan akan produk terdiri dari satu atau beberapa kategori produk. Permintaan diasumsikan berfluktuasi, tidak pasti atau musiman.
b.       Kemungkinan berubahnya variabel pasokan dan permintaan
c.       Fasilitas dianggap tetap dan tidak dapat diperluas.
Perencanaan agregat juga merupakan suatu keputusan mengenai kapasitas jangka menengah. Perencanaan agregat merupakan langkah awal aktivitas perencanaan produksi yang dipakai sebagai pedoman untuk langkah selanjutnya, yaitu penyusunan Jadwal Induk Produksi (Baroto, 2002).


No comments:

Post a Comment