Beberapa unsur perencanaan operasional proyek menurut Iman Soeharto
(1998) adalah sebagai berikut ini .
3.4.1 Perencanaan Lingkup Proyek
Perencanaan
lingkup proyek adalah proses memberikan deskripsi gambaran perwujudan
proyek dan batas – batasnya secara tertulis. Sebagai contoh, untuk proyek E –
MK, perencanaan lingkup proyek dihasilkan dari suatu studi kelayakan terutama
mengenai aspek teknis dan finansial
(manfaat dan biaya). Perencanaan lingkup proyek mendapatkan masukan dari
perencanaan mutu, biaya dan jadwal, agar diperoleh alternatif lingkup yang
terbaik dengan mengingat hambatan-hambatan yang ada. Setelah lingkup disetujui,
sebagai output dikeluarkan suatu “works
statement“ dan daftar “deliverable“ yang selanjutnya diikuti oleh pembuatan perkiraan
sumber daya berupa material, peralatan, dan tenaga kerja untuk mewujudkan
lingkup di atas .
3.4.2
Perencanaan Mutu
Perencanaan
mutu proyek adalah proses penentuan standar dan kriteria mutu yang akan
di pakai oleh proyek, serta usaha untuk dapat memenuhinya. Parameter standar
dan kriteria menjadi masukan penting pada waktu menentukan definisi lingkup
proyek. Ketentuan standar mutu akan besar pengaruhnya terhadap biaya proyek
terutama pada waktu desain – engineering, seleksi peralatan dan material. Oleh karena
itu, perlu ada kebijakan mutu ( quality
policy ) dari pihak pimpinan maupun
kontraktor untuk di pakai sebagai pegangan pelaksanaan. Output dari perencanaan mutu adalah dokumen yang
memuat kebijakan dan prosedur yang menyeluruh tentang masalah QA / QC .
3.4.3 Perencanaan
Waktu
Perencanaan
waktu atau jadwal proyek meliputi langkah-langkah yang bertujuan agar proyek
dapat di selasaikan sesuai dengan sasaran waktu yang di tetapkan. Perencanaan
waktu memberikan masukan kepada perencanaan sumber daya agar sumber daya
tersebut siap pada waktu diperlukan. Perencanaan tersebut terdiri dari
penentuan definisi komponen kegiatan, urutan pelaksanaan komponen kegiatan, dan
perkiraan kurun waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing
komponen kegiatan. Hasil langkah-langkah tersebut kemudian dianalisis dengan
berbagai metode dan teknik untuk menyusun jadwal proyek.
3.4.4 Perencanaan
Biaya
Perencanaan (perkiraan)
biaya terdiri dari serangkaian langkah untuk memperkirakan besar biaya
dari sumber daya yang diperlukan proyek. Langkah tersebut termasuk
mempertimbangkan sebagai alternatif yang mungkin dapat menghasilkan biaya yang
paling ekonomis bagi kinerja atau material yang sebanding. Jadi, perencanaan
biaya baru dapat diselesaikan bila telah tersedia perencanaan keperluan sumber
daya. Faktor risiko besar pengaruhnya terhadap perencanaan biaya, yang
mengharuskan disediakan sejumlah kontijensi dan sejumlah asuransi. Biaya
perkiraan dikaitkan dengan unsur jadwal pemakaiannya, maka akan tersusun
anggaran biaya proyek (time phased
budged). Dengan telah merinci jadwal pemakaian dan jumlah alokasi yang
bersangkutan, anggaran biaya ini akan menjadi sasaran bagi pengendaliaan
kemajuan atau progres kegiatan proyek. Output dari perkiraan biaya proyek
adalah anggaran biaya, yang sesuai dengan tahap keperluan dan waktunya dapat
berupa dokumen Anggaran Biaya Proyek (
ABP ) atau Anggaran Biaya Definitif (
ABD ) .
3.4.5
Perencanaan Sumber Daya
Perencanaan
sumber daya proyek dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu perencanaan
sumber daya nonmanusia dan sumber daya manusia ( SDM ).
a. Perencanaan
sumber daya nonmanusia
Perencanaan sumber daya nonmanusia meliputi pengadaan
material, peralatan yang akan menjadi bagian permanen proyek serta peralatan
konstruksi (crane, truck dan lain
– lain) yang diperlukan untuk membangun
proyek tetapi tidak menjadi permanen. Perencanaan sumber daya nonmanusia secara
menyeluruh dapat diartikan sebagai pengkajian dan identifikasi kebutuhan proyek
yang akan sumber daya nonmanusia serta bagaimana, kapan, berapa banyak, dan
darimana memperolehnya. Hasil utama perencanaan diatas adalah lembaran yang
membuat deskripsi kebijakan, daftar material, dan peralatan utama serta jadwal
pengadaannya.
b.
Perencanaan
sumber daya manusia
Iman Soeharto (1998) menjelaskan yang dimaksud dengan
perencanaan sumber daya manusia adalah proses mengidentifikasi jenis dan jumlah
sumber daya sesuai jadwal keperluan yang telah ditetapkan. Tujuan perencanaan
tersebut adalah mengusahakan agar sumber daya yang dibutuhkan tersedia tepat
pada waktunya, tidak boleh terlalu awal atau terlambat, karena keduanya
merupakan pemborosan. Oleh karena itu, untuk merencanakan tenaga kerja proyek
yang realistis perlu diperhatikan bermacam-macam faktor, diantaranya yang
terpenting adalah :
1. produktivitas
tenaga kerja,
2. tenaga
kerja periode puncak (Peak),
3. jumlah
tenaga kerja kantor pusat,
4. perkiraan
jumlah tenaga kerja konstruksi dilapangan,dan
5. meratakan
jumlah tenaga kerja guna mencegah gejolak (fluctuation) yang tajam.
Adapun perencanaan sumber daya manusia meliputi rancangan
organisasi, pengisian personil untuk kantor pusat, mobilisasi dan pelatihan
tenaga kerja untuk lapangan. Perencanaan organisasi terdiri dari penyusunan
struktur organisasi, termasuk membuat uraian tugas posisi kunci, tanggung
jawab, serta jalur komunikasi dan pelaporan. Karena proyek umumnya
mengikutsertakan organisasi dari luar organisasi pemilik (kontraktor, konsultan
dan lain-lain), penyusunan jalur komunikasi dan pelaporan harus
mempertimbangkan hal-hal tersebut. Misalnya, tingkat mana harus melapor kepada
siapa. Dalam merencanakan struktur organisasi, berbagai aspek harus dikaji (seperti besar lingkup, lokasi, tingkat
kompleksitas kesulitan, dan lain-lain ).
Perencanaan pengisian personil (staffing plan) meliputi kegiatan
pengadaan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan proyek, dalam arti
jumlah, kualitas dan jadwalnya.
No comments:
Post a Comment