Emitai Etzioni
(1982) mengemukakan bahwa “efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai
tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasara.
Liang Gie (2000:24) juga mengemukakan “efektivitas adalah keadaan atau
kemempuan suatu kerja yang dilaksanakan oleh manusia untuk memberikan guna yang
diharapkan.”
Sedangkan
pengertian efisien adalah sebagai kemampuan suatu unit usaha untuk mencapai
tujuan yang diinginkan, efisiensi selalu dikaitkan dengan tujuan organisasi
yang harus dicapai oleh perusahaan”. (Agus Maulana, 1997). Dalam kamus besar
pengertian efisiensi adalah “ Kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat
(dengan tidak membuang-buang waktu,tenaga dan biaya)”. (1995)
Gibson (2000)
mengungkapkan tiga pendekatan mengenai efektivitas yaitu:
1.
Pendekatan Tujuan.
Pendekatan
tujuan untuk mendefinisikan dan mengevaluasi efektivitas merupakan pendekatan
tertua dan paling luas digunakan. Menurut pendekatan ini, keberadaan organisasi
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pendekatan tujuan menekankan
peranan sentral dari pencapaian tujuan sebagai kriteria untuk menilai
efektivitas serta mempunyai pengaruh yang kuat atas pengembangan teori dan
praktek manajemen dan perilaku organisasi, tetapi sulit memahami bagaimana
melakukannya. Alternatif terhadap pendekatan tujuan ini adalah pendekatan teori
sistem.
2. Pendekatan
Teori Sistem.
Teori
sistem menekankan pada pertahanan elemen dasar masukan-proses-pengeluaran dan
mengadaptasi terhadap lingkungan yang lebih luas yang menopang organisasi.
Teori ini menggambarkan hubungan organisasi terhadap sistem yang lebih besar,
diman organisasi menjadi bagiannya. Konsep organisasi sebagian suatu sistem
yang berkaitan dengan sistem yang lebih besar memperkenalkan pentingnya umpan
balik yang ditujukan sebagai informasi mencerminkan hasil dari suatu tindakan
atau serangkaian tindakan oleh seseorang, kelompok atau organisasi. Teori
sistem juga menekankan pentingnya umpan balik informasi. Teori sistem dapat
disimpulkan: (1) Kriteria efektivitas harus mencerminkan siklus
masukan-proses-keluaran, bukan keluaran yang sederhana, dan (2) Kriteria
efektivitas harus mencerminkan hubungan antar organisasi dan lingkungn yang
lebih besar dimana organisasai itu berada. Jadi: (1) Efektivitas organisasi
adalah konsep dengan cakupan luas termasuk sejumlah konsep komponen. (3) Tugas manajerial adalah
menjaga keseimbangan optimal antara komponen dan bagiannya
3. Pendekatan
Multiple Constituency.
Pendekatan
ini adalah perspepktif yang menekankan pentingnya hubungan relatif di antara
kepentingan kelompok dan individual dalam hubungan relatif diantara kepentingan
kelompok dan individual dalam suatu organisasi. Dengan pendekatan ini
memungkinkan pentingnya hubungan relatif diantara kepentingan kelompok dan
individual dalam suatu organisasi. Dengan pendekatan ini memungkinkan
mengkombinasikan tujuan dan pendekatan sistem guna memperoleh pendekatan yang
lebih tepat bagi efektivitas organisasi.
No comments:
Post a Comment