Menurut Chaplin (dalam Kristanto, 2012; 79) kata
Narsistik atau Narsis, sering disebutkan berhubungan dengan self-views
(pandangan diri) yang melambung tinggi dan positif pada sifat-sifat seperti
inteligensi, kekuatan, dan keindahan fisik. Selain itu, Durand dan Barlow
(2007) menyatakan bahwa individu dengan kecenderungan narsis memanfaatkan
individu lain untuk kepentingan diri sendiri dan hanya menunjukkan sedikit
empati kepada individu lain.
Narsisme juga berhubungan dengan jumlah aktivitas di
website yang dilihat dari jumlah teman dan jumlah wallposts atau pesan dinding
yang ia miliki. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa narsisme secara
positif berhubungan dengan unsur kecantikan fotografi, self-promotion dan
sexiness. Pemilik web page tersebut juga cenderung mempromosikan diri (self-promoting)
dan kecantikan mereka melalui foto profil (Buffardi & Campbell, 2008;38).
American Psychiatric Association (2000) menjelaskan bahwa
gangguan kepribadian narsistik (NPD) sebagai pola yang membesar-besarkan
sesuatu (baik dalam fantasi atau perilaku), kebutuhan untuk dikagumi, dan lemah
dalam empati, yang dimulai dari dewasa awal dan hadir dari berbagai konteks
(Campbell & Miller, 2011; 104). Nevid, dkk (2005; 52) menambahkan orang
dengan gangguan kepribadian narsistik umumnya berharap orang lain melihat
kualitas khusus mereka, bahkan saat prestasi mereka biasa saja, dan mereka
menikmati bersantai di bawah sinar pemujaan
No comments:
Post a Comment