E-WOM bukan merupakan komunikasi yang murni interpersonal karena
dapat diakses oleh banyak orang, tetapi bukan juga sepenuhnya komunikasi massa
karena hanya ditujukan kepada orang tertentu secara spesifik. Schiffman dan
Kanuk (2010) mendefinisikan e-WOM sebagai Word of Mouth yang dilakukan
secara online. Definisi lain menyebutkan bahwa komunikasi e-WOM adalah
pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh konsumen potensial, konsumen
riil, atau mantan konsumen tentang sebuah produk atau perusahaan yang dapat
diakses oleh banyak orang atau institusi melalui internet (Hennig-Thurau, et al.,
2004).
Terdapat benang merah antara dua definisi tentang e-WOM di atas. Antara
lain e-WOM adalah pesan WOM yang disampaikan melalui media internet dan
pesan e-WOM disampaikan oleh konsumen (konsumen potensial, konsumen riil
dan mantan konsumen). Novak dan Hoffman (2003) menyatakan pesan e-WOM
memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
1. Dialog terjadi dalam konteks eletronik dimana tidak ada pertemuan tatap
muka. Komunikasi tidak terjadi dari keyboard ke keyboard secara
langsung, tetapi berupa membaca pesan secara pasif di internet atau
menulis pesan secara aktif.
2. Komunikasi WOM tidak bertahan lama (segera hilang) tetapi komunikasi
e-WOM tersimpan sebagai referensi bagi orang lain di masa depan.
3. Komunikasi e-WOM lebih banyak terjadi dalam konteks goal-oriented
dibanding experimentally-oriented.
Ada beberapa dimensi yang mendasari alasan penggunaan komunikasi eWOM dalam web berbasis opini:
(1) Kekuatan ikatan (tie strength) yaitu tingkat
keintiman dan frekuensi interaksi antara pencari informasi dan sumbernya;
(2)
kesamaan (similarity) yaitu kesamaan antar anggota baik secara demografik dan
gaya hidup;
(3) kredibilitas sumber informasi (source credibility) yaitu persepsi
pencari informasi terhadap keahlian/kompetensi si pemberi informasi atau saran
(Schiffman dan Kanuk, 2010).
Beberapa peneliti mencoba mengungkapkan motivasi yang mendorong
seseorang membaca komunikasi e-WOM dalam web berbasis opini. Thurau dan
Walsh (2003) mengungkapkan motivasi tersebut antara lain untuk mengurangi
resiko pembelian, mengurangi waktu pencarian informasi, untuk mempelajari
bagaimana produk dikonsumsi, mengurangi ketidakpastian, menetapkan posisi
sosial, rasa memiliki komunitas virtual, mendapatkan keuntungan finansial dan
untuk mempelajari produk baru yang beredar di pasaran. Serupa dengan Thurau
dan Walsh, Goldsmith dan Horowitz (2006) menyatakan motivasi konsumen
mencari pendapat di web berbasis opini adalah untuk mengurangi resiko
pembelian, karena orang lain juga melakukanya, untuk memastikan mendapat
harga terendah, agar mudah mendapatkan informasi, karena ketidaksengajaan,
karena hal tersebut mengasikkan, karena distimulasi sumber informasi offline dan
mendapatkan informasi prapembelian
No comments:
Post a Comment