Tuesday, February 11, 2020
Pengaruh Religiusitas terhadap Intensi Whistleblowing (skripsi dan tesis)
Intensi whistleblowing dapat dilihat pula dari religiusitas seseorang. Jalaluddin (1996) menjelaskan bahwa religiusitas merupakan integrasi secara kompleks antara pengetahuan, perasaan, dan perilaku keagamaan dalam diri manusia. Ia menyatakan bahwa religiusitas merupakan konsistensi antara kepercayaan terhadap agama sebagai unsur kognitif, perasaan terhadap agama sebagai unsur afektif dan perilaku agama sebagai unsur kognitif. Barnett (1996) menemukan bahwa religiusitas cenderung memiliki standar mutlak yang merupakan bentuk dari perilaku etis. Sehingga lebih mungkin untuk melaporkan kecurangan. Kemudian hasil penelitian dari Tursina (2016) juga menemukan hasil yang sama yaitu religiusitas dapat mempengaruhi intensi whistleblowing studi pada mahasiswa Universitas Gajah Mada. Hal yang selaras ditemukan oleh Amesh, (2015) yaitu religiusitas seseorang yang dilihat dari identitas sosialnya apakah ikut kegiatan sosial sehari-hari menunjukkan bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi dirinya untuk melakukan whistleblowing.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment