Menurut Jogiyanto (2013) abnormal return merupakan selisih antara return
sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasian. Untuk menghitung
abnormal return dapat digunakan rumus berikut:
dimana:
ARit : abnormal return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t
Rit : return sesungguhnya untuk sekuritas ke-i pada periode ke-t
E(Rit) : return ekspektasi untuk sekuritas ke-i pada perioode ke-t
Untuk mendapatkan nilai return sesungguhnya dapat digunakan rumus
(Jogiyanto, 2013):
dimana:
Ri,t : return saham i pada periode t
Pi,t : harga penutupan saham i pada periode t
Pi,t-1 : harga penutupan saham i pada period eke t-1
Sedangkan untuk menghitung return harapan menurut Brown dan Warner
dalan Eduardus Tandelilin (2010) dapat menggunakan pendekatan tiga model, yaitu:
1. Mean-adjusted returns
Apabila pasar adalah efisien dan return saham bervariasi secara random di
sekitar nilai sebenarnya (true value), maka rata-rata return sekuritas yang
dihitung pada periode sebelumnya dapat digunakan sebagai return harapan.
Formulanya adalah sebagai berikut:
dimana:
ARi,t = return tak normal sekuritas i pada hari t
Ri, t = return aktual sekuritas i pada hari t
= rata-rata return sekuritas i selama sekian hari sebelum
hari t
2. Market-adjusted return
Pergerakan saham-saham individual sering dihubungkan dengan pergerakan
bersama dalam pasar. Untuk itu, satu teknik menghitung return tak normal
adalah dengan menghilangkan pengaruh pasar terhadap return harian
sekuritas. Return tak normal dihitung dengan mengurangkan return pasar
pada hari t (
) dari return saham. Formula perhitungannya adalah
sebagai berikut:
3. Market model return
Teknik ini menggambarkan hubungan antara sekuritas dengan pasar dalam
sebuah persamaan regresi linear sederhana antara return sekuritas dengan
return pasar. Market model digambarkan dengan persamaan berikut:
Keterangan :
= intersep dalam regresi untuk sekuritas i
= koefisien regresi yang menyatakan slope garis regresi
= kekeliruan regresi
No comments:
Post a Comment