Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya kepada publik dalam
bentuk saham (stock). Jika suatu perusahaan hanya menerbitakan satu kelas saham
saja, maka saham ini disebut sebagai saham biasa (common stock). Namun
biasanya untuk menarik investor, suatu perusahaan tidak hanya mengeluarkan satu
kelas saham saja tetapi juga mengeluarkan saham kelas lainnya yang disebut
dengan saham preferen. (Jogiyanto, 2013). Perbedaan antara saham biasa dan
saham preferen akan diuraikan sebagai berikut:
1. Saham Biasa (Common Stock)
Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada
manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Beberapa hak yang
dimiliki oleh pemegang saham biasa adalah hak control, hak menerima
pembagian keuntungan, hak preemptive, dan hak klaim sisa.
2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen mempunyai sifat gabungan antara obligasi (bond) dan
saham biasa. Seperti obligasi yang membayarkan bunga atas pinjaman,
saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen.
Seperti saham biasa, dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham preferen
dibawah klaim pemegang obligasi. Dibandingkan dengan saham biasa,
saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas dividen tetap dan
hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi.
Sebelum melakukan investasi, tentunya seorang investor akan
mempertimbangkan kedalam perusahaan mana dia akan menginvestasikan
dananya agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Nilai suatu
perusahaan dicerminkan dalam harga sahamnya. Jika harga saham semakin tinggi,
maka nilai perusahaan akan dianggap tinggi juga. Menurut Mandala Manurung dan
Prathama Rahardja (2004:96) dalam Primadianti (2010), ada beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi harga saham suatu perusahaan, antara lain:
1. Faktor-faktor Ekonomi
Faktor-faktor ekonomi yang paling diperhatikan dalam penentuan harga
saham suatu perusahaan adalah perkembangan tingkat bunga dan nilai
tukar.
2. Faktor-faktor Pasar
Faktor pasar adalah faktor-faktor yang terkait dengan aktifitas di pasar
saham, yaitu: January effect dan trend.
3. Karakteristik Perusahaan
Harga saham tidak hanya ditentukan oleh kondisi makro ekonomi dan pasar
saham, tetapi juga karakteristik perusahaan itu sendiri.
a. Perubahan Kebijakan Dividen. Perubahan kebijakan dividen dapat
menyebabkan persepsi terhadap perusahaan berubah, yang
menyebabkan harga saham berubah. Perusahaan yang menaikkan
dividen dinilai kondisi keuangannya semakin baik dan begitu pula
sebaliknya.
b. Penawaran dan Pembelian Kembali Saham. Peningkatan jumlah
saham yang ditawarkan dapat ditafsirkan bahwa bagi perusahaan
penerbit saham, nilai sahamnya terlalu tinggi, sehingga
menguntungkan jika terus menjual sahamnya. Tetapi langkah ini bagi
investor dapat merupakan sinyal negatif tentang perkembangan
perusahaan. Sebaliknya perusahaan yang membeli kembali
sahamnya berpandangan saham tersebut dinilai terlalu rendah. Hal
ini merupakan sinyal positif bagi investor untuk membeli saham
perusahaan tersebut.
4. Peringkat Saham
Saham diperjualbelikan di pasar modal, khususnya pasar sekunder, adalah
saham biasa (Common Stock). Karena motivasi pembeli saham adalah
dividen dan keuntungan jual beli (capital gain), maka saham-saham yang
dicari adalah saham-saham yang sangat baik. Untuk keperluan itulah
disusun peringkat saham atau klasifikasi saham
No comments:
Post a Comment