Monday, January 16, 2023

Anomali pasar (skripsi,tesis,disertasi)

 


Jones, (1996) menyatakan bahwa anomali merupakan teknik atau strategi
yang tampak bertentangan dengan konsep efisiensi pasar. Peristiwa anomali ini
membuat pasar bergerak dengan terstruktur pada beberapa waktu tertentu.
Sehingga tidak lagi acak dan dapat diprediksi pola pergerakan returnnya oleh
investor yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan abnormal return.
Levi, (1996) mengelompokkan anomali yang terjadi pada pasar modal menjadi
empat yaitu anomali akuntansi atau accounting anomaly, anomali musiman atau
seasonal anomaly, anomali peristiwa atau event anomaly, dan anomali perusahaan
atau firm anomaly. Akan tetapi dari ke empat anomali pada pasar modal tersebut
dirinci lagi oleh Jones, (2004) menjadi:
1. Size effect, merupakan anomali pada suatu perusahaan yang akan
memperlihatkan excess return yang didapat oleh perusahaan dengan skala
kecil akan condong lebih tinggi daripada perusahaan dengan skala besar.
2. P/E ratio effect, ialah anomali pada suatu saham yang rasio P/E rendah
akan menghasilkan return lebih tinggi daripada saham dengan rasio P/E
tinggi. Jika memang pasar tersebut efisien, lazimnya tidak terjadi
hubungan antara rasio P/E dengan return. Hal ini dikarenakan rasio ini
berupa informasi beredar secara umum telah tercermin pada harga saham. 
P/E effect akan hilang jika perusahaan melakukan kontrol terhadap ukuran
dan market to book pada perusahaan.
3. Market to book effect memperlihatkan saham dengan market to book tinggi
akan cenderung mempunyai return yang lebih besar daripada saham yang
memiliki market to book rendah.
4. January effect, yang merupakan anomali musiman di bulan Januari yang
returnnya cenderung lebih tinggi daripada return di bulan lain. Return
yang lebih besar tersebut dapat ditemukan pada perusahaan kecil dan
kebanyakan terjadi di lima hari pertama pada aktivitas perdagangan awal
bulan.
5. Holiday effect, menunjukkan bahwa terdapat kecondongan return saham
yang terjadi pada satu hari sebelum libur (preholiday return) dan return
saham sehari setelah libur (postholiday return) ternyata lebih tinggi
daripada return saham yang terjadi pada hari biasa.
6. The day of the week effect merupakan anomali yang terjadi perbedaan pada
hari perdagangan ternyata berpengaruh terhadap pola return suatu saham
dalam kurun satu minggu. Variasi anomali ini lebih familiar dengan
Monday effect dan weekend effect.
7. Intraday effect, adalah return saham pada jam perdagangan tertentu
hasilnya akan berbeda dengan jam perdagangan biasanya meski dalam satu
hari yang sama.
8. Turn of the month effect merupakan anomali pada tingkat return awal
bulan selalu lebih tinggi dan positif daripada dengan akhir bulan, yang bisa 
mencapai negatif. Turn of the year effect akan terjadi perbedaan return di
sekitar pergantian tahun.

No comments:

Post a Comment