Menurut Kotler (2006:41) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah
serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk
menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya. Bauran
pemasaran terdiri dari segala hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk
mempengaruhi permintaan atas produknya. Beberapa kemungkinan itu bisa
dikumpulkan ke dalam empat kelompok variabel yang biasa dikenal sebagai ‘’Empat
P’’.
1. Produk (Product)
Produk atau product menurut Kotler & Amstrong (2008:346) adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.
Produk, dalam pemasaran mengacu pada sekumpulan nilai yang ditawarkan kepada
pelanggan. Nilai-nilai ini dapat mencangkup kepuasan fungsional,sosial,
psikologis,ekonomis atau kepuasan lainnya (Hasan, 2013:651).
Produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk yang lain agar dapat
menarik daya beli para konsumen untuk datang membeli produk yang sudah di buat
oleh perusahaan. Maka dari itu produk dibuat dan dirancang sebaik mungkin dari
segi kualitas, desain, bentuk, warna, ukuran, kemasan, pelayanan dan garansi.
1) Atribut Produk
Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh
konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian konsumen.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:345) beberapa atribut yang menyertai dan
melengkapi produk adalah:
a) Merek (branding) adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau
kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk
atau jasa dari satu kelompok penjual dan membedakannya dari produk
pesaing. Pemberian merk yang baik dapat menambah keberhasilan yang besar
pada produk. Agar merk produk bermakna, maka syarat yang harus
diperharikan yaitu:
(1) Harus khas/unik.
(2) Menggambarkan manfaat dan kualitas.
(3) Mudah diucapkan dan dikenali.
(4) Merk yang digunakan jangan mempunyai makna buruk.
b) Pengemasan (packaging) adalah kegiatan merancang dan membuat wadah
atau pembungkus suatu produk.
c) Kualitas produk (product quality) adalah kemampuan suatu produk untuk
melaksanakan fungsinya meliputi daya tahan, keandalan, serta atribut bernilai
lainnya.
2) Klasifikasi produk
Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok
utama yaitu barang dan jasa (service). Produk dalam bentuk barang, jika ditinjau dari
aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang, yaitu:
a) Barang tidak tahan lama (Noundurable Goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Misalnya minuman,
makanan, gula, garam, dan sebagainya.
b) Barang tahan lama ( Durable goods)
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bertahan
lama. Misalnya TV, mobil, komputer (Tjiptono, 2001:98).
3) Strategi positioning produk
Strategi positioning produk merupakan strategi yang berusaha menciptakan
diferensiasi secara unik di dalam benak pelanggan sasaran. Didasarkan beberapa
kriteria, yaitu :
a) Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan, yaitu
dengan jalan mengasosiasikan suatu produk dengan karakteristik tertentu.
b) Positioning berdasarkan harga dan kualitas yaitu positioning yang berusaha
menciptakan kesan atau citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi.
c) Positioning yang dilandasi aspek penggunaan atau aplikasi.
d) Positioning berdasarkan pemakaian produk, yaitu mengaitkan produk dengan
kepribadian atau tipe pemakai.
e) Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.
f) Positioning berkenaan dengan pesaing, yaitu dikaitkan dengan posisi
persaingan terhadap pesaing utama.
g) Positioning berdasarkan manfaat.
2. Harga (Price)
Menurut Kotler & Amstrong (2008:439), harga adalah jumlah dari seluruh
nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat memiliki atau menggunakan
produk atau jasa tersebut. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran
yang dapat memberikan pemasukan bagi perusahaan. Tingkat harga yang ditetapkan
akan berpengaruh pada kuantitas barang yang terjual dan secara tidak langsung
mempengaruhi biaya karena terkait dengan efisiensi produksi karena harga akan
berpengaruh pada pendapatan dan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
(Tjiptono, 2001:151).
Harga merupakan alat untuk mengkomunikasikan nilai produk kepada pasar.
Penetapan harga memiliki dampak langsung dan jelas terlihat pada penerimaan pasar,
sehingga menjadi sangat penting terhadap bauran pemasaran.
Pada dasarnya ada lima jenis tujuan penetapan harga, yaitu:
1) Berorientasi laba
Tujuan ini dikenal dengan memaksimumkan laba yang sulit di terapkan
pada persaingan global sehingga menggunakan pendekatan target laba/tingkat
laba yang diharapkan.
2) Berorientasi pada volume
Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume
penjualan (dalam ton, kg, unit, dan lain-lain).
3) Berorientasi pada citra
Citra suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga.
Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau
mempertahankan citra. Harga yang dibuat tinggi justru agar produk terlihat
lebih bergengsi. Sementara itu, harga rendah digunakan untuk membentuk
citra nilai tertentu.
4) Tujuan stabilitas harga
Berlaku pada pasar yang konsumennya sensitif terhadap barang, tujuan ini
dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga
perusahaan dengan harga pemimpin industri.
5) Berorientasi lainnya
Harga ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan royalitas konsumen, mendukung penjualan ulang, menghindari
campur tangan pemerintah.
No comments:
Post a Comment