Stereotipe menurut Sobur (2013) adalah suatu kecenderungan dari
seseorang atau kelompok orang untuk menampilkan gambar atau gagasan
yang keliru (false idea) mengenai sekelompok orang lainnya. Gambaran yang
keliru itu biasanya berupa gambaran yang tidak valid, bersifat menghina atau
merendahkan orang-orang yang dikenai stereotipe dan prasangka, baik dalam
segi fisik maupun dalam sifat atau tingkah laku.
Sedangkan menurut Samovar (dalam Sobur, 2013) mendefinisikan
stereotipe sebagai persepsi atau kepercayaan yang kita anut mengenai
kelompok atau individu berdasarkan pendapat dan sikap yang lebih dulu
terbentuk. Selain itu menurut Samovar, dkk (2009) juga menyatakan bahwa
stereotipe merujuk pada suatu keyakinan yang terlalu digeneralisasikan,
terlalu dibuat mudah, disederhanakan atau dilebih-lebihkan mengenai suatu
kategori atau kelompok tertentu.
Myers (dalam Hanurawan & Diponegoro, 2005) menyatakan bahwa
stereotipe adalah suatu bentuk keyakinan negatif yang dimiliki oleh seseorang
atau suatu kelompok tentang atribut-atribut personal yang ada pada suatu
kelompok tertentu. Dalam kehidupan sosial nyata, stereotip sebagai sebuah
bentuk keyakinan yang sering kali bersifat tidak akurat, generalisasi
berlebihan (overgeneralitation) dan memberikan penolakan terhadap
keberadaan informasi-informasi baru tentang atribut-atribut sebuah kelompok
yang berlawanan dengan keyakin awal.
Liliweri (2005) menyatakan bahwa stereotipe adalah pemberian sifat
tertentu terhadap seseorang berdasarkan kategori yang bersifat subjektif,
hanya karena dia berasal dari kelompok itu, pemberian sifat itu bisa bersifat
positif atau negatif.
Sedangkan menurut Miles Hewstone dan Rupert Brown (dalam Liliweri,
2005) stereotipe merupakan hasil dari kategorisasi dari yang kita lakukan
dalam menggambarkan jenis karakteristik ras atau etnik lain misalnya.
Sementara itu menurut Jhonson (dalam Liliweri, 2005) mengemukakan bahwa
stereotipe adalah keyakinan seseorang untuk menggeneralisasi sifat-sifat
tertentu yang cenderung negatif tentang orang lain karena dipengaruhi oleh
pengetahuan dan pengalaman bersama.
Stereotipe adalah persepsi bahwa sebagian besar anggota sebuah kategori
memiliki beberapa atribut yang sama. Stereotipe timbul secara langsung dari
proses kategorisasi, khususnya asimilasi-konsekuen dari perbedaan-perbedaan
antar kelompok (Brown, 2005).
Baron dan Byrne (2004) memiliki definisi stereotipe sebagai suatu
keyakinan bahwa semua anggota kelompok sosial tertentu memiliki
karakteristik atau traits yang sama, sehingga stereotipe merupakan sebuah
kerangka berfikir kognitif yang sangat mempengaruhi pemrosesan informasi
sosial yang datang.
No comments:
Post a Comment