Monday, January 16, 2023

Return Saham (skripsi,tesis,disertasi)

 


Menurut Hartono (2017), return saham merupakan hasil yang diperoleh dari
investasi saham. Tandelilin (2017:113), berpendapat bahwa return saham
merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga
merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi
yang dilakukannya. Sumber-sumber return investasi terdiri atas dua komponen
utama, yaitu yield dan capital gain (loss). Menurut Hartono (2017:283) , return
dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang
belum terjadi yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang.
a. Return Realisasi (Realized Return)
Menurut Hartono (2017:283), return realisasi merupakan return yang
telah terjadi. Return realisasi dihitung menggunakan data historis. Return
realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja
dari perusahaan , selain itu juga berguna sebagai dasar penentuan return
ekspektasian. Return realisasi dihitung menggunakan data historis :
Ri,t=
𝑃𝑖,𝑡− 𝑃𝑖,𝑡−1
𝑃𝑖,𝑡−1
(Sumber: Menurut Hartono (1998) dalam penelitian Tjandra (2006))
Keterangan :
Rit = Return saham i pada waktu t
Pt = Harga saham i pada waktu t
Pt-1 = Harga saham I pada waktu t-1
b. Return Ekspektasi (Expected Return)
Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh
investor dimasa mendatang. Berbeda dengan return realisasi, return
ekspektasi sifatnya belum terjadi. Menurut Brown dan Warner (1985)
dalam Hartono (2017), mengestimasi return ekpestasi menggunakan
model estimasi mean-adjusted model:
𝐾[𝑅𝑖,𝑡
] =
∑ 𝑅𝑖,𝑗
𝑡2
𝑗=𝑡1
𝑇
Sumber: Hartono (2017:668)
Keterangan:
E(Ri,t) = return ekpektasian sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.
Ri,j = return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
T = lamanya periode estimasi, yaitu dari t1 sampai dengan t2.
Expected return juga dapat dihitung menggunakan market model yang
dilakukan dengan dua tahap yaitu : pertama , membentuk model
ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi
dan kedua menggunakan model ekspetasi ini untuk mengestimasi return
ekpektasi di periode jendela. Model ekspektasi dapat dibentuk
menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square) dengan
persamaan: (Hartono,2017:673)
Ri,j = αi +ÎČi . RMj + Δi,j
Keterangan:
Ri,j = return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
αi = intercept untuk sekuritas ke-i.
ÎČi = koefisien slope yang merupakan beta dari sekuritas ke-i.
RMj = return indeks pasar pada periode estimasi ke-j yang dapat
dihitung dengan rumus RMj =
IHSGj − IHSGj−1
IHSGj−1
, dengan IHSG
adalah indeks harga saham gabungan.
Δi,j = kesalan residu sekuritas ke-I pada periode estimasi ke-j.
Terakhir expected return dapat dihitung menggunakan market-adjusted
model. Dimana model ini menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk
mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indek pasar pada saat
tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan
periode estimasi untuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas
yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar. Misalnya pada
hari pengumuman peristiwa, return indeks pasar adalah sebesar 18%,
maka return ekpektasi semua sekuritas di hari tersebut adalah 18%.
(Hartono,2017:679)

No comments:

Post a Comment