Menurut Kotler dan Amstrong (2009) kualitas produk adalah kemampuansebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhandurabilitas, reliabilitas, ketetapan, kemudahan pengoperasian dan reparasiproduk juga atribut produk lainnya. Menurut Mowen dan Minor (2002)kualitas produk sebagai evaluasi menyeluruh pelanggan atas kebaikan barangdan jasa. Isu utama dalam menilai kinerja produk adalah dimensi apa yang
digunakan konsumen untuk mengevaluasinya. Bagian dari kebijakan produkadalah perihal kualitas produk. Kualitas suatu produk baik berupa barangmaupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya.Menurut David Garvin yang dikutip Vincent Gasperz (Umar 2001), untukmenentukan dimensi kualitas barang, dapat melalui delapan dimensiyaituperformance, features, reliability, durability, servicebility, aesthetics,conformance dan perceive performance. Dimensi berisifat universal sehinggaharus didefinisikan, diklarifikasikan, dan interprestasikan sesuai denganpenggunannya, hanya yang cocok saja yang dipergunakan sesuai denganbentuk dan jenis produk dari perusahaan tersebut.Mc Charty dan Perreault (2003) mengemukakan bahwa, produkmerupakan hasil dari produksi yang akan dilempar kepada konsumen untukdidistribusikan dan dimanfaatkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.Dengan melihat definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produkadalah suat usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, dimanasuatu produk tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar kualitasyang telah ditentukan, dan kualitas merupakan kondisi yang selalu berubahkarena selera atau harapan konsumen pada suatu produk selalu berubah
No comments:
Post a Comment