Manajemen laba adalah hal yang sangat kontroversial di dunia akuntan.
Pernyataan umum mengenai apakah manajemen laba baik atau buruk sulit dibuat.
Kebanyakan bergantung pada langkah-langkah yang dilakukan dan motivasi dan
mendasari dilakukannya manajemen laba.
Menurut Islahuzzaman (2012:257) mendefinisikan Manajemen Laba
adalah sebagai berikut :
“Manajemen Laba adalah proses penyusunan laporan keuangan bagi pihak
eksternal sehingga dapat meratakan, menaikkan dan menurunkan laporan laba,
dimana manajemen dapat menggunakan kelonggaran penggunaan metode
akuntansi”.
Menurut Kieso (2011: 145) mendefinisikan manajemen laba sebagai
berikut:
“Earning management is often defined as the planned timing of revenues,
expenses, gains, and losses to smooth out bumps in earnings”.
Menurut Sri Sulistyanto (2008:6) Mendefinisikan Manajemen Laba
Sebagai berikut :
“Manajemen laba adalah upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau
mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk
mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan”.
Menurut Charless W.Mulford dan Eugene E. Comiskey (2010:4)
mendefinisikan manajemen laba sebagai berikut:
“Manajemen laba adalah memanipulasi akuntansi dengan tujuan menciptakan
kinerja perusahaan agar terkesan lebih baik dari yang sebenarnya”.
Sedangkan menurut Irham Fahmi (2012:158) manajemen laba adalah:
“Suatu tindakan yang mengatur laba sesuai dengan yang dikehendaki oleh pihak
tertentu atau terutama oleh manajemen perusahaan (company management)”.
No comments:
Post a Comment