Menurut Sri Sulistyanto (2008:165) manajemen laba dapat diukur dengan
discretionary accrual. Dalam penelitian ini discretionary accrual digunakan
sebagai proksi karena merupakan komponen yang dapat dimanipulasi oleh
manajer seperti penjualan.
Menurut Chan, Jegadesh dan Lakonoshok (2001), discretionaru accrual
merupakan laba abnormal yang sebagian besar dikarena oleh item non-kas yang
mewakili manipulasi laba. Discretionary accruals digunakan sebagai indikator
adanya praktik manajemen laba, karena manajemen laba lebih menekankan pada
keleluasaan atau kebijakan (discretion) yang tersedia dalam memilih dan
menerapkan prinsip-prinsip akuntansi untuk mencapai hasil akhir dan dijalankan
dalam kerangka praktik yang berlaku secara umum yang masih diperdebatkan.
Discretionary accruals merupakan accruals dimana manajemen memiliki
fleksibilitas dalam mengontrol jumlahnya karena discretionary accruals ada
dibawah kebijaksanaa (discretion) manajemen
No comments:
Post a Comment