Menurut Sri Sulistyanto (2008:84) menyatakan bahwa :
“Tingkat pengungkapan perusahaan dipengaruhi oleh asimetri informasi yang
terjadi dipasar. Semakin tinggi asimetri informasi akan membuat tingkat
pengungkapan yang dilakukan perusahaan semakin rendah. Artinya, semakin
tinggi asimetri informasi akan membuat manajer semakin leluasa untuk mengatur
informasi apa saja yang harus diungkapkan, disembunyikan, ditunda atau diubah.
Upaya semacam ini disebut dengan manajemen laba”.
Menurut Dini Tri Wardani dan Masodah (2011) menyatakan bahwa :
“Asimetri Informasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba.
Karena manajer berada pada posisi yang mempunyai lebih banyak informasi yang
mempunyai lebih banyak informasi mengenai internal perusahaan secara
keseluruhan dibandingkan dengan pemegang saham. Sehingga manajer memiliki
ruang gerak yang cukup banyak untuk menggunakan metode akuntansi yang
berbeda dalam menyusun laporan keuangan guna memaksimalkan utilitasnya.
Dengan semakin tingginya asimetri informasi maka semakin tinggi praktek
manajemen laba”.
Menurut Putu Adi Putra, Ni Kadek Sinarwati dan Nyoman Ari Surya
Darmawan (2014) menyatakan bahwa:
“Asimetri informasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba.
Dimana jika asimetri informasi mengalami peningkatan maka manajemen laba
juga akan mengalami peningkat dan begitu juga sebaliknya”.
Menurut Lodovicus Lasdi (2013) menyatakan bahwa:
“Information asymmetry significantly affects earnings managements. When
information asymmetry is high, stake holders may not have the necessary
information to undo manipulated earnings
No comments:
Post a Comment