Saturday, March 18, 2023

Integrated Reporting

 


The International Integrated Reporting Council (IIRC), mendefinisikan
bahwa integrated reporting sebagai suatu proses yang menghasilkan komunikasi
oleh organisasi yang paling jelas, laporan terpadu periodik tentang bagaimana
strategi organisasi, tata kelola, kinerja, dan prospek mengarah pada penciptaan nilai
jangka pendek, menengah dan panjang (IIRC, 2013). Konsep inti dari integrated
reporting adalah menyediakan laporan yang sepenuhnya mengintegrasi informasi
keuangan maupun non keuangan perusahaan. Dalam pembentukannya integrated
reporting memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dari suatu informasi
perusahaan yang tersedia untuk pihak pemilik modal atau investor sehingga
investor dapat mengalokasikan modal lebih efisien dan produktif, meningkatkan
akuntanbilitas, serta mendukung pemikiran yang terintegrasi dalam pengambilan
guna untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, transparan, dan terintegrasi.
Berdasarkan definisi secara umum integrated reporting merupakan suatu penyajian
laporan tahunan yang lengkap, terpadu dan terintegritas dimana dalam satu laporan
tunggal terdapat informasi mengenai strategi, tata kelola, kinerja dan prospek yang
berkaitan satu dengan yang lainnya (Novaridha, 2017). Adapula prinsip-prinsip
integrated reporting yang diberikan oleh IIRC dalam mengungkap informasi
perusahaan, antara lain (Kustiani, 2016):
1. Strategic focus and future orientation
Sebuah laporan terintegrasi harus memberikan pemahaman yang dalam mengenai
strategi organisasi, dan bagaimana kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai
dalam jangka pendek, menengah, dan panjang dan penyalahgunaannya dalam dan
efek pada kapital.
2. Connectivity of information
Sebuah laporan yang terintegrasi harus menunjukkan gambaran meyeluruh dari
kombinasi, keterkaitan dan ketergantungan antara faktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai dari waktu ke
waktu.
3. Stakeholder relationships
Sebuah laporan yang terintegrasi harus memberikan pemahaman sifat dan kualitas
hubungan organisasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pemahaman
organisasi dalam mempertimbangkan dan merespon kebutuhan dan kepentingan.
4. Materiality
Sebuah laporan yang terintegritas harus mengungkapkan informasi tentang hal-hal
substantif yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai
dalam jangka pendek, mengengah, dan panjang.
5. Conciseness
Sebuah laporan yang terintegrasi harus singkat. Artinya, sebuah laporan yang
terintegrasi meliputi konteks yang cukup untuk memahami strategi organisasi, tata
kelola, kinerja dan prospek tanpa ditambah dengan informasi yang kurang relevan.
6. Reability and completeness
Sebuah laporan yang terintegrasi harus mencangkup semua hal yang material, baik
positif maupun negatif, secara seimbang dan tanpa kesalahan yang material.
7. Consistency and comparability
Informasi dalam laporan yang terintegrasi harus disajikan: (1) secara yang
konsisten dari waktu ke waktu, (2) dengan cara yang memungkinkan perbandingan
dengan organisasi lain terhadap hal material untuk organisasi.
Integrated reporting selain memiliki beberapa prinsip juga memiliki
beberapa elemen sesuai dengan IR Framework yang harus terpenuhi agar sebuah
laporan perusahaan disebut sebagai laporan yang terintegrasi (Kustiani, 2016):
1) Gambaran organisasi dan lingkungan eksternal
Gambaran organisasi menjelaskan organisasi perusahaan baik dari visi, misi,
budaya, struktur kepemilikan, maupun aktivitas perusahaan. Lingkungan eksternal
menggambarkan kondisi lingkungan eksternal yang mempengaruhi perusahaan,
seperti aspek hukum, sosial, lingkungan ekonomi, tantangan pasar, dan kondisi
politik.
2) Tata kelola perusahaan
Tata kelola menggambarkan struktur tata kelola perusahaan yang dapat mendukung
pencapaian tujuan perusahaan dan menciptakan nilai baik jangka pendek,
menengah, dan panjang.
3) Model bisnis
Model bisnis perusahaan adalah sistem perusahaan yang dapat mengubah input
melalui aktivitas perusahaan yang mengasilkan output dan outcome.
4) Risiko dan peluang
Risiko dan peluang menjelaskan risiko dan peluang spesifik pada perusahaan yang
dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Elemen
ini juga menjelaskan cara perusahaan dalam mengelola risiko dan peluang yang
terjadi pada perusahaan.
5) Strategi dan alokasi
Startegi dan alokasi menjelaskan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan
perusahaan dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia pada
perusahaan.
6) Kinerja
Kinerja menggambarkan kinerja perusahaan pada tahun berjalan yang dapat
mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
7) Prospek masa depan
Prospek masa depan menjelaskan kondisi pada masa akan datang yang berkaitan
dengan perusahaan. Perospek masa depan meliputi prospek maupun tantangan yang
akan dihadapi perusahaan.
8) Dasar pengungkapan
Dasar pengungkapan merupakan dasar pengungkapan elemen yang disajikan oleh
perusahaan dalam laporan agar dapat dievaluasi tingkat pemenuhan kriteria
pelaporan.
Hal ini membuat integrated reporting hadir dengan tampilan yang
sempurna, karena semua unsur-unsur yang tidak tersaji dalam model pelaporan
sebelumnya tersaji dalam integrated reporting. Integrated reporting juga
menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan kinerja perusahaan. Oleh
karena itu, integrated reporting penting diterapkan dalam perusahaan sebab
integrated reporting akan menghasilkan informasi keuangan dan non keuangan
yang dapat mendukung keefektifan pengambilan keputusan serta menjadikan
integrated reporting menjadi media komunikasi yang sempurna kepada pemilik
modal atau investor, sehingga dengan demikian pemilik modal atau investor akan
mendapatkan hak mereka dalam mendapatkan informasi keuangan maupun non
keuangan perusahaan sesungguhnya yang sesuai dengan kondisi perusahaan

No comments:

Post a Comment