Menurut Kuncoro (2006: 146), kesenjangan ekonomi di Indonesia dapat dilihat dari 3 dimensi, yaitu:
- Kesenjangan dari tingkat kemodernan, yaitu kesenjangan antara sektor modern dan sektor tradisional. Sektor modern umumnya berada di perkotaan dan sektor industri, sedangkan sektor tradisional umumnya berada di perdesaan dan sektor tradisional.
- Kesenjangan regional, yaitu kesenjangan antara Kawasan Timur Indonesia (Katimin), dan Kawasan Barat Indonesia (Kabarin).
- Kesenjangan menurut etnis, yaitu antara penduduk pribumi dengan penduduk non pribumi.
Menurut hipotesis Neo-Klasik pada permulaan proses pembangunan suatu negara, ketimpangan pembangunan antarwilayah cenderung meningkat. Proses ini akan terjadi sampai ketimpangan tersebut mencapai titik puncak. Setelah itu, bila proses pembangunan terus berlanjut, maka secara berangsur-angsur ketimpangan pembangunan antarwilayah tersebut akan menurun. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kurva ketimpangan pembangunan antarwilayah berbentuk huruf U terbalik (Sjafrizal, 2008:105).
Williamson (1965) meneliti hubungan antara disparitas regional dan tingkat pembangunan ekonomi dengan menggunakan data ekonomi negara yang sudah maju dan yang sedang berkembang . Ditemukan bahwa selama tahap awal pembangunan, disparitas regional menjadi lebih besar dan pembangunan terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu. Pada tahap yang lebih matang dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tampak adanya keseimbangan antardaerah dan disparitas berkurang dengan signifikan (Kuncoro, 2004: 133).
Menurut Sjafrizal (2008) penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan antar daerah adalah:
- Adanya perbedaan kandungan sumber daya alam
- Adanya perbedaan kondisi demografis
- Kurang lancarnya mobilitas barang dan jasa
- Adanya konsentrasi ekonomi wilayah
- Alokasi dana pembangunan antar wilayah
Menurut Kuncoro (2004), penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan antar daerah adalah:
- Proses akumulasi dan mobilisasi sumber-sumber berupa akumulasi modal, ketrampilan tenaga kerja, dan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah yang merupakan pemicu pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
- Adanya heterogenitas dan beragam karakteristik wilayah .
No comments:
Post a Comment