Menurut Kuncoro (2004: 130) dengan menentukan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebagai sumbu vertikal dan rata-rata produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita sebagai sumbu horizontal , daerah dalam hal ini Kabupaten/Kota yang diamati dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu:
- Daerah/Kabupaten/Kota yang cepat maju dan cepat tumbuh, yaitu Kabupaten/Kota yang pertumbuhan ekonominya tinggi dan pendapatan per kapitanya juga tinggi.
- Daerah/Kabupaten/Kota yang maju tetapi tertekan, yaitu Kabupaten/Kota yang pendapatan per kapitanya tinggi, namun pertumbuhan ekonominya rendah.
- Daerah/ Kabupaten/Kota yang berkembang cepat, yaitu Kabupaten/Kota yang pertumbuhan ekonominya tinggi namun pendapatan per kapitanya rendah.
- Daerah/ Kabupaten/Kota yang relatif tertinggal, yaitu Kabupaten/Kota yang pertumbuhan ekonominya rendah dan pendapatan per kapitanya juga rendah.
- Ketimpangan Ekonomi antar Daerah
Williamson (1965) meneliti hubungan antara disparitas regional dengan tingkat pembangunan ekonomi, dengan menggunakan data ekonomi negara yang sudah maju dan yang sedang berkembang. Ditemukan bahwa selama tahap awal pembangunan, disparitas regional menjadi lebih besar dan pembangunan terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu. Pada tahap yang lebih matang dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tampak adanya keseimbangan antar daerah dan disparitas berkurang dengan signifikan (lihat Kuncoro, 2004: 133).
Ketimpangan pembangunan antar daerah dapat dianalisis menggunakan indeks ketimpangan regional yang disebut indeks ketimpangan Williamson (Sjahfrizal, 2008). Sesuai dengan formula Indeks Williamson untuk mengetahui indeks ketimpangan pembangunan antar daerah, nilai indeks Williamson terletak antara nol dan satu (0 < IW < 1). Apabila nilai indeks mendekati 1 (satu), berarti ketimpangan pembanguan semakin besar dan apabila nilai indeks mendekati 0 (nol), berarti ketimpangan pembangunan semakin kecil. Ardani (1992), mengemukakan bahwa kesenjangan/ketimpangan antardaerah merupakan konsekuensi logis pembangunan dan merupakan suatu tahap perubahan dalam pembangunan itu sendiri (Kuncoro, 2004: 133).
No comments:
Post a Comment