Menurut Scott (2008) dalam Norma, D (2017), manajemenlabaadalah suatu tindakan manajemen untuk memilih kebijakan akuntansi
dari suatu standar tertentu dengan tujuan memaksimmalkankesejahteraan pihak manajemen dan atau nilai pasar perusahaan. manajemen laba sebagai intervensi manajemen terhadap prosespenetapan laba demi mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Manajemen laba menjadi menarik untuk diteliti karena dapat
memberikan gambaran akan perilaku manajer dalammelaporkankegiatan usahanya pada suatu periode tertentu, yaitu kemungkinanadanya motivasi tertentu yang mendorong mereka untuk mengatur datakeuangan yang dilaporkan. Manajemen laba tidak harus dikaitkan dengan upaya untukmemanipulasi data atau informasi akuntansi, tetapi lebih condongdikaitkan dengan pemilihan metode akuntansi (accounting method)
untuk mengatur keuangan yang bisa dilakukan karena memangdiperkenankan menurut accounting regulations (Gumanti, 2000 dalamNorma, 2017).
enurut Scott (2008) dalam Norma, D(2017) menyatakan bahwaterdapat beberapa pola dalam manajemen laba, yaitu :
a. Taking a Bath
Pola ini terjadi pada saat pengangkatan CEO baru dengancaramelaporkan kerugian dalam jumlah besar yang diharapkan dapat
meningkatkan laba dimasa datang. b. Income Minimization
Pola ini dilakukan pada saat perusahaan memiliki tingkat
profitabilitas yang tinggi sehingga jika laba pada masa mendatangdiperkirakan turun drastis dapat diatasi dengan mengambil labaperiode sebelumnya. c. Income Maximization
Pola ini dilakukan pada saat laba menurun bertujuan untukmelaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yanglebihbesar. d. Income Smoothing
Pola ini dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yangdilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalubesar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yangrelatif stabil. Scott (2008) juga mengemukakan beberapa motivasi terjadinyamanajemen laba, yaitu :
16a. Bonus Purposes
Manajer yang memiliki informasi atas laba bersih perusahaanakan bertindak secara opportunistic untuk melakukan manajemenlaba dengan memaksimalkan laba saat ini. b. The Debt Covenant Hypotesis
Manajemen akan berusaha untuk meningkatkan laba agar tidakmelanggar perjanjian kredit yang telah dilakukan serta demi menjaganama baik dan reputasi mereka. c. Political Motivations
Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yangdilaporkan pada perusahaan publik. Perusahaan cenderungmengurangi laba yang dilaporkan karena adanya tekanan publikyangmengakibatkan pemerintah menetapkan peraturan yang lebih ketat. d. Taxation Motivations
Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi manajemenlabayang paling nyata. Berbagai metode akuntansi digunakan dengantujuan penghematan pajak pendapatan. e. Pergantian CEO
CEO yang mendekati masa pensiun akan cenderung menaikkanpendapatan untuk mendapatkan bonus mereka. Dan jika kinerjaperusahaan buruk, mereka akan memaksimalkan pendapatanagar
tidak diberhentikan.
17f. Initial Public Of ering (IPO)
Perusahaan yang akan go public belum memilik nilai pasar, danmenyebabkan manajer perusahaan yang akan go public melakukanmanajemen laba dalam prospektus mereka dengan harapan dapat
menaikkan harga saham perusahaan. Secara umum ada tiga cara yang telah dihasilkan para peneliti untukmendeteksi manajemen laba, yaitu :
1. Model Berbasis Aggregate Accrual
Model berbasis Aggregate Accrual yaitu model yang digunakanuntuk mendeteksi aktivitas rekayasa dengan menggunakandiscretionary accrruals sebagai proksi manajemen laba. Model ini
pertama kali dikembangkan oleh Healy (1985), De Angelo (1986), dan Jones (1991). Selanjutnya Dechow, Sloan dan Sweeney (1995)
mengembangkan model Jones menjadi model Jones yangdimodifikasi (modified Jones model). a. Model Healy (1985)
Model Healy (1985) merupakan model yang relatif
sederhana karena menggunakan total akrual (total accruals)
sebagai proksi manajemen laba. Alasan penggunaan total akrual
adalah (1) Total akrual memiliki potensi untuk mengungkapcara-cara manajemen laba baik itu menaikkan maupunmenurunkan laba.(2) Total akrual mencerminkan keputusanmanajemen, yaitu untuk menghapus aset, pengakuanatau
18penundaan pendapatan dan menganggap biaya atau modal suatupengeluaran
No comments:
Post a Comment