Saturday, March 18, 2023

Asimetri Informasi

 


Seabagai pengelola perusahaan, manajer lebih banyak mengetahui
informasi internal dan prospek perusahaan kedepan dibandingkan denganpara pemegang saham atau stakeholder lainnya. Hal ini dapat dapat
terjadi karena salah satu pihak memiliki jangkauan langsung denganentitas dan mengetahui secara pasti keadaan internal perusahaan. Olehkarena itu, manajer sebagai pengelola berkewajiban memberikaninformasi mengenai keadaan perusahaan kepada pemegang sahamataustakeholder lainnya (Norma , 2017).
13Menurut Scott (2006) dalam Norma, D (2017), situasi ini akanmemicu munculnya suatu kondisi yang disebut asimetri informasi. Yaitusuatu kondisi dimana ada ketidakseimbangan perolehan informasi antarapihak manajemen sebagai penyedia informasi (prepaper) dengan pihakpemegang saham dan stakeholder pada umummnya sebagai penggunainformasi (user).Terdapat dua jenis asimetri informasi (1) Moral hazarddan (2) adverse selection. Adanya asimetri informasi tersebut
memungkinkan terjadinya agency conflicts yang terjadi antara pihakprincipal dan agent unntuk saling mencoba memanfaatkan pihaklainuntuk kepentingan pribadi. Keadaan asimmetri informasi memungkinkanmanajemen bertindak oportunis untuk melakukan praktik manajemenlabaguna memperoleh keunntungan pribadi. Dalam melakukan pengukuranterhadap asimetri informasi, peneliti menggunakan proksi relative bid-askspread. Menurut Norma, D (2017) Bid-ask Spread adalah selisih antara hargabeli (bid) tertinggi yang menyebabkan investor bersedia untuk membeli
saham tertentu dengan harga jual (ask) terendah yang menyebabkaninvestor bersedia untuk menjual sahamnya. Bid-ask spread yangmerupakan fungsi dari biaya transaksi mempengaruhi perdagangandanmenyebabkan investor mengharapkan untuk menahan lebihpanjang/pendek aset yang memiliki biaya transaksi yang lebihtinggi/rendah

No comments:

Post a Comment