Saturday, March 18, 2023

Perataan Laba (Income Smoothing)

 


Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia mulai
mengenal praktik perataan laba. Beberapa perusahaan diketahui melakukan
berbagai macam cara untuk memanipulasi pelaporan laba tahunan. Menurut
Belkaoui (2017) perataan laba merupakan upaya yang sengaja dilakukan dengan
melakukan normalisasi laba untuk mencapai tingkatan atau kinerja trend yang
diinginkan dan suatu upaya yang dilakukan oleh manajer dengan sengaja untuk
memperkecil fluktuasi laba pada tingkat yang dianggap normal.
Menurut Sulistyanto (2016) perusahaan melakukan perataan laba
disebabkan karena dalam lingkup kompensasi perataan laba dilakukan agar manajer
mendapatkan bonus pada setiap periode terlebih apabila bonus dihitung
berdasarkan perolehan laba dan dalam lingkup perpajakan, perataan laba dilakukan
guna mengatur jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan oleh perusahaan kepada
pemerintah dengan tujuan agar mendapatkan penundaan pembayaran pajak dan
membayar pajak lebih rendah daripada kewajiban yang seharusnya.
Selain itu, menurut Eckel (1981) dalam Ernawati & Suartana (2018) ada dua
jenis perataan laba (income smoothing), yaitu naturally smooth dan intentionally
smooth. Intentionally smooth terbagi atas artificial smoothing dan real smoothing.
Aliran perataan laba yang alami (naturally income smoothing) secara sederhana
mempunyai implikasi bahwa sifat proses perolehan laba itu sendiri yang
menghasilkan suatu aliran penghasilan atau laba yang rata. Tipe perataan laba ini
akan terjadi begitu saja tanpa intervensi pihak manapun. Berbeda dengan perataan
laba secara alami, perataan laba yang disengaja (intentionally income smoothing)
mengandung intervensi manajemen. Ada dua jenis perataan laba yang disengaja
yaitu perataan laba secara rill dan secara artificial. Perataan laba secara rill
menunjukkan tindakan manajemen yang berusaha untuk mengendalikan peristiwa
ekonomi yang secara langsung mempengaruhi penghasilan laba perusahaan di masa
yang akan datang.
Perataan laba secara artificial menunjukkan usaha manipulasi yang
dilakukan oleh manajemen untuk meratakan laba. Manipulasi yang dilakukan tidak
menunjukkan peristiwa ekonomi yang mendasar atau mempengaruhi aliran kas,
tetapi menggeser biaya dan atau pendapatan dari suatu periode ke periode yang
lainnya. Informasi internal perusahaan seperti informasi laba dan prospek
perusahaan di masa depan lebih banyak diketahui oleh pihak manajemen
perusahaan dibandingkan pemilik atau pemegang saham perusahaan. Hal ini
disebabkan karena manajemen bertindak sebagai pengelola perusahaan. Oleh
karena itu manajer berkewajiban untuk memberikan sinyal mengenai kondisi
perusahaan kepada pemilik atau pemegang saham, berupa pengungkapan informasi
akuntansi yang dituangkan dalam laporan keuangan perusahaan.
Ada beberapa tujuan dari perataan laba, yaitu: (1) mencapai keuntungan
pajak; (2) untuk memberi kesan baik dari pemilik dan kreditor terhadap kinerja
manajemen; (3) mengurangi fluktuasi pada pelaporan laba dan mengurangi risiko;
sehingga harga sekuritas yang tinggi dapat menarik perhatian pasar; (4) untuk
menghasilkan pertumbuhan profit yang stabil; serta (5) untuk menjaga posisi atau
keududukan mereka dalam perusahaan.

No comments:

Post a Comment