Saturday, March 18, 2023

Tingkat Kepercayaan Data Kualitatif

 Menurut Yin (2014) bahwa tingkat kepercayaan hasil penelitian dapat dicapai jika peneliti berpegang pada 4 prinsip atau kriteria, yaitu: credibility, dependability, confirmability, dan transferability.

Untuk keabsahan data penelitian ini akan mempergunakan beberapa cara yaitu:

  • Credibility
  1. Memperpanjang masa pengamatan untuk peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan.
  2. Triangulasi, pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.
  3. Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain), yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat.
  • Transferabilitas

Transferabilitas yaitu mendiskusikan dengan pakar apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain.

  1. Dependability

Dependabilitas merupakan jawaban atas sejauhmana temuan penelitian kualitatif memperlihatkan konsistensi hasil temuan ketika dilakukan oleh peneliti yang berbeda dengan waktu yang berbeda namun dilakukan dengan metodologi serta panduan wawancara yang sama. Pemahaman dependabilitas ini sangat terkait dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. Untuk meningkatkan dependabilitas maka peneliti dapat melakukan suatu analisis data yang terstruktur dan berupaya untuk menginterprestasikan hasil penelitian dengan baik sehingga peneliti lain akan dapat membuat kesimpulan yang sama dalam menggunakan perspektif, data mentah serta dokumen analisis penelitian yang dapat dilakukan (Strubert dan Carpenter, 2003).

Oleh karenanya dalam dependabilitas seharusnya dapat memenuhi tiga prinsip yaitu stabilitas, konsistensi dan ekuivalensi. Stabilitas dapat dinilai/diuji ketika menanyakan berbagai pernyataan yang identik dari seorang partisipan dalam waktu yang berbeda menghasilkan jawaban yang sama. Konsistensi dapat dinilai jika panduan wawaancara dapat memandu peneliti untuk mendapatkan suatu jawaban yang terintegrasi dan sesuai dengantopik yang diberikan. Sementara iu, ekuivalensi dapat diuji dengan penggunaan bentuk pertanyaan alternative yang memiliki kesamaan arti dalam satu wawancara tunggal dapat menghasilkan data yang sama atau dengan menilai kesepakatan hasil observasi dari dua orang peneliti.

Prinsip ini dapat dipenuhi dengan cara mempertahankan konsistensi teknik pengumpulan data, dalam menggunakan konsep, dan membuat tafsiran atas fenomena.

  1.  Confirmability

Penelitian ini dilakukan dengan membicarakan atau mendiskusikan hasil penelitian dengan orang “Pakar” yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian, dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif. Masalah keterpercayaan dan kesahihan (validitas) riset kulitatif telah lama diakui, meskipun masih memunculkan perdebatan. Penelitian dapat meningkatkan keterpercayaan studi longitudinal jika analisis didasarkan semata-mata pada perangkat data yang ada. Menurut Isaac and Michael (1995), data yang dianalisis harus pada jaminan bukti (evidenttiary warrant) dan tidak pada memori. Data yang dihimpun dari wawancara, catatan lapangan observasi partisipan, dan dokumen-dokumen membenttuk suatu perangkat kolektif yang memungkinkan saling tukar dan kombinasi berbagai sumber untuk menjelaskan perubahan.

Streubert dan Carpenter (2003) menjelaskan bahwa konfirmabilitas merupakan suatu proses kriteria pemeriksaan, yaitu cara/ langkah peneliti melakukan konfirmasi hasil-hasil temuannya. Pada umumnya, cara yang banyak dilakukan peneliti kualitatif untuk melakukan konfirmasi hasil temuan penelitiannya adalah dengan merefleksikan hasil-hasil temuannya pada jurnal terkait, peer review, konsultasi dengan peneliti ahli, atau melakukan konfimasi data/informasi dengan cara mempresentasikan hasil penelitiannya pada suatu konferensi untuk memperoleh berbagai masukan untuk kesempurnaan hasil temuannya.

No comments:

Post a Comment