Bentuk dari kontrak psikologis adalahapa yang sudah perusahaan janjikan
baik secara implisit maupun eksplisit untuk timbal balik (Conway & Briner, 2005).
Rousseau (2001) melakukan penelitian dan memperoleh item-item kontrak
psikologis dari hasil wawancara mengenai apa yang perusahaan berikan dan
karyawan terima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa
perusahaan memberikan janji berupa promosi, bayaran yang tinggi, bayaran yang
sesuai dengan kinerja karyawan, pelatihan, keamanan, pengembangan karir, dan
membantu dalam permasalahan personal karyawan. Sedangkan karyawan
memberikan beberapa hal untuk perusahaan seperti kerja lembur, loyalitas, secara
sukarela mengerjakan tugas yang bukan kewajibannya, menjaga rahasia
perusahaan, menolak membantu pesaing perusahaan, dan bekerja minimal dua
tahun sesuai kontrak yang berlaku pada perusahaan. Berdasarkan item-item yang
diperoleh tersebut maka dibuatlah kategorisasi untuk mempermudah dalam
memahami item kontrak psikologis.
Terdapat dua dimensi kontrak psikologis menurut Rousseau (2001) yaitu:
1. Transactional Contract (Kontrak Transaksional)
Kontrak transaksional yaitu perjanjian jangka pendek dan berfokus pada
aspek materi (ekonomi) dengan jenis pekerjaan yang sempit dan hanya
melibatkan keterlibatan terbatas pada karyawan. Dalam dimensi ini
hubungan yang terjalin antara karyawan dan perusahaan tidak terbentuk
dilihat dari jangka waktu bekerja yang lama. Maka dari itu hubungan kerja
dalam kontrak transaksional akan berakhir ketika kinerja karyawan
dianggap kurang baik atau saat kontrak tertulis berakhir. Dimensi utama
yang terdapat dalam kontrak transaksional, yaitu (Rousseau, 2001):
a) Narrow; karyawan dibatasi dalam melakukan pekerjaan yaitu hanya
diwajibkan untuk mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh
perusahaan. Perusahaan membuat batasan terhadap karyawan dalam
perusahaan dan kesempatan yang dimiliki karyawan terbatas untuk
terlibat dalam pelatihan dan pengembangan.
b) Short term; karyawan tidak diwajibkan untuk tetap bekerja di
perusahaan dalam jangka panjang bahkan selamanya dan memiliki
komitmen untuk bekerja dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Perusahaan memberikan penawaran hubungan kerja hanya dalam
jangka waktu tertentu dan tidak memiliki kewajiban untuk menjamin
karir karyawan untuk jangka panjang.
Kontrak transaksional terjadi ketika karyawan memiliki pekerjaan dengan
durasi pengerjaan yang terbatas dimana karyawan harus melakukan pekerjaan tetap
dan terbatas. Di sisi lain, perusahaan hanya menawarkan pekerjaan terbatas tanpa
janji untuk diadakannya pelatihan atau pengembangan untuk karyawan menurut
Rousseau (2001). Para karyawan tidak diwajibkan untuk tetap tinggal di perusahaan
dan perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan karyawan untuk periode
tertentu dan tidak terdapat janji untuk komitmen di masa depan.
2. Relational Contract (Kontrak Relasional)
Kontrak relasional berarti memiliki jangka waktu panjang dan tidak dapat
menentukan kapan akan berakhir. Kontrak relasional melibatkan hubungan
yang terbentuk karena kepercayaan penuh, adanya ikatan emosional
implisit, dan merangkul pekerjaan jangka panjang. Dalam kontrak
relasional terdapat dua dimensi menurut Rousseau (2001), yaitu:
a) Stability; yaitu karyawan diberi kewajiban untuk bekerja pada
perusahaan dalam jangka waktu yang terbilang panjang dan melakukan
hal lain guna menjaga pekerjaannya. Perusahaan dalam hal ini
memberikan tawaran kompensasi yang stabil dan hubungan kerja dalam
jangka panjang.
b) Loyalty; yaitu karyawan diberi kewajiban untuk memberi dukungan
terhadap perusahaan, menunjukkan loyalitas dan komitmen terhadap
kebutuhan dan kepentingan perusahaan. Di sisi lain perusahaan
mengharapkan karyawandapat menjadi bagian dari perusahaan dengan
baik. Sebaliknya perusahaan harus memberikan komitmen dalam
menjamin kesejahteraanyang dibutuhkan karyawan serta keluarganya.
No comments:
Post a Comment