Menurut Wijono (dalam Fitriani, 2014), mengatakan ada beberapa
gejala stres dapat dilihat sebagai aspek stress yang menunjukkan adanya
perubahan fisik secara fisiologis dan sikap. Perubahan fisiologis ditandai
dengan adanya gejala-gejala seperti merasa letih atau lelah, kehabisan tenaga,
pusing dan gangguan pencernaan, sedangkan perubahan psikologis ditandai
dengan adanya kecemasan yang berlarut larut, sulit tidur, nafas tersengal-
sengal, dan berikutnya perubahan sikap seperti keras kepala, mudah marah, dan
tidak puas apa yang dicapai dan sebagainya.
Menurut Cox (dalam Shepperd dan Kashani, 1991), aspek-aspek dari
stres kerja meliputi :
1) Physical problem, meliputi gangguan kesehatan seperti merasa pusing,
kelelahan dan butuh istirahat.
2) Psychological problem reaksi-reaksi yang biasa muncul meliputi mudah
marah, kesulitan untuk rilek, perasaan gelisah, kebosanan, depresi,
kekecewaan, harga diri rendah, dan perasaan dikucilkan.
3) Behavior problem reaksi yang muncul seperti penarikan diri dari
lingkungan dan kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.
4) Cognitive problem, yaitu kesulitan berkonsentrasi dalam pekerjaan.
5) Organizational problem meliputi tingkat kepuasaan kerja menurun,
komitmen dan loyalitas terhadap pekerjaan menurun, produktivitas
menurun.
Stres kerja dikategorikan dalam beberapa aspek-aspek stres kerja oleh
Beehr dan Newman (dalam Akbar, 2013) meliputi:
a. Aspek fisiologis bahwa stres kerja sering ditunjukkan pada simptoms
fisiologis. Penelitian oleh ahli-ahli kesehatan dan kedokteran menunjukkan
bahwa stres kerja dapat mengubah metabolisme tubuh, menaikkan detak
jantung, mengubah cara bernafas, menyebabkan sakit kepala, dan serangan
jantung.
b. Aspek psikologis, stres kerja dan gangguan gangguan psikologis adalah
hubungan yang erat dalam kondisi kerja.
c. Aspek tingkah laku (behavioral). Pada aspek ini stres kerja pada karyawan
ditunjukkan melalui tingkah laku mereka.
No comments:
Post a Comment